Jakarta (ANTARA) - Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama menikmati kesempatan pulang sejenak ke kampung halamannya setelah cukup lama menjalani aktivitas balap di luar negeri dan tiga kali melewatkan Lebaran bersama keluarga.

“Senang bisa kembali, bisa merasakan masakan Indonesia lagi,” kata Veda dalam sesi wawancara di Jakarta, Selasa.

Veda mengatakan kepulangannya ke Indonesia kali ini tidak berlangsung lama. Pembalap Honda Team Asia itu hanya berada di tanah air sekitar satu pekan karena juga harus mengurus visa sebelum kembali melanjutkan agenda balapnya.

Meski singkat, Veda memanfaatkan waktu tersebut untuk berkumpul dengan keluarga di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia juga berencana menyambangi kembali Pasar Sapi Siyono Harjo, tempat yang menjadi bagian awal perjalanan kariernya di dunia balap motor.

Baca juga: Veda Ega ukir sejarah, pembalap Indonesia pertama naik podium Moto3

Baca juga: Veda petik pelajaran dari long lap penalty di Moto3 Hungaria

Bagi Veda, Pasar Sapi Siyono Harjo bukan sekadar tempat latihan biasa. Dari lahan parkir pasar hewan tersebut, pembalap kelahiran Gunungkidul pada 23 November 2008 itu mulai mengenal balap sebelum menapaki jenjang pembinaan hingga menembus Kejuaraan Dunia Moto3.

MotoGP dalam profil resminya mencatat Veda mulai mengikuti balapan pertamanya saat berusia enam tahun dengan modal latihan di parkiran Pasar Sapi Siyono Harjo, Gunungkidul. Kecintaannya terhadap balap motor juga tumbuh dari ayahnya, Sudarmono, yang merupakan mantan pembalap nasional.

Perjalanan dari tempat latihan sederhana itu kemudian membawa Veda meniti jalur balap internasional. Dia menjadi juara Asia Talent Cup 2023, tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup di mana dia menjadi runner-up pada musim 2025, dan pada 2026 menjalani debut penuh bersama Honda Team Asia di Moto3.

Pada musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3, Veda juga telah mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix setelah finis ketiga pada Moto3 Brasil.

Veda mengatakan tampil di ajang Grand Prix merupakan salah satu mimpinya sejak kecil. Namun, dia menyadari pencapaian itu juga membuatnya harus bekerja lebih keras untuk menjaga perkembangan kariernya.

“Yang saya rasakan, ya, senang karena memang salah satu mimpi saya. Namun dari sini, saat saya bisa sampai sini, saya juga berpikir pastinya saya harus lebih keras lagi latihan karena ada target,” ujar Veda.

Veda juga berharap pembalap muda Indonesia tidak berhenti mengejar mimpi untuk tampil di level dunia. Menurut dia, jalur pembinaan menuju Grand Prix sudah terbuka, salah satunya melalui dukungan Astra Honda.

“Harus semangat berlatih dan terus berusaha keras karena semua sudah ada jalannya. Di Indonesia dari Astra, sudah didukung sampai bisa ke Grand Prix,” ujar Veda.

Baca juga: Veda Pratama kini di urutan keenam klasemen Moto3 

Baca juga: Veda Pratama finis ke-16 pada debutnya di Moto3 Hungaria

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026