Peserta "Bukber Bambang" bakal buat paguyuban

Rabu, 21 Juni 2017 20:50 WIB
Peserta "Bukber Bambang" bakal buat paguyuban
Kegiatan buka puasa bersama para pemilik nama Bambang di Kedai 54, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/6/17). (ANTARA News/Alviansyah P.)
Jakarta (ANTARA News) - Setelah menggelar pertemuan dan berbuka bersama (bukber) puasa Ramadhan, para pemilik nama Bambang berniat bakal melanjutkan kegiatannya dengan membentuk Paguyuban Bambang.

Bambang Mukti Nugroho, yang akrab disapa Bamby, selaku pencetus kegiatan itu mengatakan berdasarkan musyawarah pada acara di Kedai 54, Kemang, Jakarta, ditentukan akan membentuk paguyuban dan menggelar halal bihalal dengan skala acara yang lebih besar.

"Sudah ada musyawarah. Kesepakatannya kami mau bikin paguyuban. Ada struktur organisasinya," kata Bamby di tempat bukber puasa Ramadhan pemilik nama Bambang, Rabu malam.

Ia menimpali, "Setelah ini ada rencana akan digelar halal bihalal yang lebih besar. Lokasinya saya belum tahu karena ada masukan teman-teman dari daerah juga."

Kegiatan itu, menurut dia, diharapkan bisa digelar di beberapa kota lain karena banyaknya pemilik nama Bambang di Indonesia.

"Misalnya, ada kegiatan lokal di Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah karena momen ini tidak hanya di Jakarta saja. Tapi, kalau di gelar di daerah, monggo temen-temen daerah yang mengurus," ujarnya.

Bamby mengaku puas dengan kegiatan malam ini karena dihadiri lebih dari 30 orang dari perkiraan hanya belasan orang yang hadir.

"Saya puas. Walaupun sudah dihalangi hujan dan macet di sekitar Kemang, tapi lebih dari 30 orang yang hadir," ungkapnya.

Salah seorang peserta bukber, Bambang Madu Retno, yang berangkat dari Bandung, Jawa Barat, sejak pukul 10.00 menyatakan berniat datang ke acara itu demi bertemu dengan sesama pemilik nama Bambang.

"Saya dari Bandung jam 10 pagi jalan sendiri khusus untuk ini, demi mencari saudara sesama nama Bambang. Saya pengen tahu perkumpulan nama Bambang. Selama ini bincang-bincang di dunia maya," pungkasnya.

Bambang identik dengan nama laki-laki dari suku Jawa, yang artinya "ksatria" atau ada pula yang memaknai sebagai "satria gunung". Namun, nama Bambang pada perkembangannya digunakan pula oleh para orang tua bukan Jawa untuk menamai anaknya.

(Baca juga: Di balik Bukber para Bambang)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar
Terpopuler
  1. Mudik Merak H-7 22.175 views
  2. Ceramah Ramadan Arcandra Tahar 18.836 views
  3. Mudik Motor Pelabuhan Merak 6.890 views
  4. Ngabuburit Mercon Zlung 6.714 views
  5. Ceramah Menjaga NKRI 6.612 views
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...
PT Jasa Marga Tbk mencatat ada sebanyak 109.165 kendaraan dari kawasan Jakarta melintasi pintu masuk gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, menuju arah Timur pada enam hari ...
Kelapa muda bakar menjadi salah satu menu favorit masyarakat untuk berbuka puasa pada Ramadhan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Syahbanda (42), salah seorang pedagang ...
Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta mengalami peningkatkan jumlah kunjungan selama libur Lebaran.Salah satunya adalah pusat perbelanjaan yang berada di Jakarta Selatan, Mall ...
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...