Warga berebut ketupat coklat di Kampung Coklat

Minggu, 2 Juli 2017 18:14 WIB
0 Views
Blitar (ANTARA News) - Ratusan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia berebut ketupat coklat yang disajikan di tempat wisata "Kampung Coklat", Desa Plosorejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sebagai bagian dari tradisi setelah perayaan Idul Fitri 2017.

"Jadi, ini melestarikan budaya jawa. Kita diberi anugerah banyak sekali budaya, dan akhir-akhir ini mulai dirong-rong, sehingga kami tetap melestarikan semangat budaya," kata Direktur Utama PT "Kampung Coklat" Kabupaten Blitar Kholid Mustofa di Blitar, Minggu.

Ia mengatakan, dalam kegiatan ini, dari "Kampung Coklat" sengaja mengadakan acara "kupatan massal". Ketupat yang dimasak juga berbeda dengan ketupat pada umumnya, yaitu ditambah dengan bubuk coklat, sehingga warna ketupat menjadi coklat.

"Jadi, kami buat ketupat coklat, ada nasi sekalian ada coklatnya, rasanya jadi lebih nikmat," katanya.

Dalam kegiatan ini, disiapkan 2.500 porsi ketupat coklat. Ketupat yang sudah matang sebelumnya dibentuk gunungan dengan disusun rapi setinggi 1,5 meter.

Untuk membuat ketupat coklat, Kholid mengatakan membutuhkan sekitar 50 kilogram beras yang dicampur dengan bubuk coklat. Bungkus ketupatnya juga dibuat dari janur (Daun muda pohon kelapa) dan diisi beras.

Selain ketupat, juga disiapkan beragam lauk dan sayur. Untuk lauknya berupaya ayam yang dimasak menjadi lodho, sementara untuk sayur dari campuran nangka muda serta kacang-kacangan.

Untuk penyajian, ketupat dipisahkan dari bungkusnya lalu ditaruh di piring saji, diberi sayur dan lauk ayam. Di atasnya lalu diberi taburan kedelai giling.

Sejumlah warga sempat antre bahkan saling berebut ketupat. Namun, panitia meminta mereka bersabar dan memastikan seluruhnya akan mendapatkan ketupat. Setelah itu, mereka pun mau antre dan mengambil satu per satu ketupat coklat yang sudah disiapkan panitia.

Para pengunjung di wisata "Kampung Coklat" mengaku penasaran dengan rasa ketupat coklat tersebut. Mereka belum pernah mencicipi ketupat coklat sebelumnya, sehingga sangat senang.

"Saya baru sekarang makan ketupat coklat. Saya pun baru tahu dan baru mencicipi di Blitar ini, rasanya senang," kata Rosi Sekar Arum, salah seorang pengunjung.

Pengunjung wisata "Kampung Coklat" di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jatim, memang dari berbagai daerah di Indonesia, misalnya Sidoarjo, bahkan Papua. Mereka sengaja menikmati akhir liburan Lebaran 2017, sebelum kembali ke tempat tinggal mereka.

Editor: Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...
Volume penumpang selama masa angkutan Lebaran 2017 di wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto naik 15,29 persen dari tahun sebelumnya, kata Manajer Humas PT ...
Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta mengalami peningkatkan jumlah kunjungan selama libur Lebaran.Salah satunya adalah pusat perbelanjaan yang berada di Jakarta Selatan, Mall ...
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...