Panahan, alternatif "ngabuburit" warga Garut

Minggu, 20 Mei 2018 16:38 WIB
Panahan, alternatif "ngabuburit" warga Garut
Foto ilustrasi olahraga panahan tadisional. (ANTARA/Sigid Kurniawan)
Garut (ANTARA News) - Sejumlah warga di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengisi waktu menunggu datangnya azan Magrib pertanda buka puasa di bulan Ramadhan (ngabuburit) dengan berolahraga panahan di halaman Wisma Lec, Minggu.

Seorang pemanah Salman Attajugi mengatakan, biasa olahraga memanah bersama teman-temannya yang tergabung dalam Garut Muslim Archery agar badan lebih sehat, terutama saat menunaikan ibadah puasa.

"Olahraga memanah ini bagian dari ngabuburit yang bermanfaat untuk tubuh, sekaligus menjalankan sunnah Rasul yang menganjurkan olahraga memanah," kata Salman, yang baru lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ia menuturkan, olahraga memanah itu sudah ditekuninya sejak satu tahun lalu, yang awalnya diajarkan oleh pengurus Garut Muslim Archery, kemudian tertarik hingga akhirnya rutin berolahraga memanah.

Selama Ramadhan, menurut dia, aktivitas memanah biasa dilakukan di Wisma Lec Garut pada Sabtu dan Minggu menjelang sore dengan peserta yang biasa datang dari berbagai daerah di Kabupaten Garut.

"Olahraga memanah ini membuat badan menjadi bugar, tenaga jadi lebih kuat, lebih enak, selain itu bisa menjalin silaturahmi," katanya.

Pemanah lainnya, Dali Asmana mengatakan, biasa menyempatkan waktu datang ke Asrama Lec untuk olahraga memanah sekadar menyalurkan hobi, sekaligus melaksanakan sunnah Rosul dengan berolahraga panahan.

"Saya kerja di Jakarta, jadi setiap pulang ke Garut, hari Sabtu dan Minggu datang ke sini untuk belajar memanah," kata pemuda asal Tarogong, Garut itu.

Ia mengatakan, biasa menghabiskan waktu untuk olahraga memanah itu dua hingga tiga jam, bahkan pernah sampai seharian karena serunya memanah bersama teman-teman yang memiliki hobi sama.

Ia mengungkapkan, awal suka olahraga tersebut dari hadis tentang olahraga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad yakni memanah, kemudian tertarik, hingga saat ini terus menekuninya.

"Pertamanya karena olahraga ini sunnah Rasul, selain bermanfaat buah tubuh, juga dapat pahalanya," katanya.

Pengurus Garut Muslim Archery, Salman Alsyifa mengatakan, olahraga memanah di Garut tersebut selain untuk menyehatkan badan juga menjalankan sunnah Rasul yang terbuka bagi siapa saja untuk bersama-sama belajar memanah di Asrama Lec.

Namun, menurut dia, olahraga tesebut tidak sembarangan karena ada aturan tertentu agar saat memanah berlangsung aman, dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Memanah ini tidak sembarangan, ada adab tertentu, misalkan di area memanah itu tidak boleh ada binatang, seperti kucing, jadi harus benar-benar aman," katanya menambahkan.

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2018

Berita Lainnya
Komentar
Terpopuler
  1. Mudik Merak H-7 22.281 views
  2. Ceramah Ramadan Arcandra Tahar 18.933 views
  3. Mudik Motor Pelabuhan Merak 7.016 views
  4. Ngabuburit Mercon Zlung 6.834 views
  5. Ceramah Menjaga NKRI 6.706 views
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...
PT Jasa Marga Tbk mencatat ada sebanyak 109.165 kendaraan dari kawasan Jakarta melintasi pintu masuk gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, menuju arah Timur pada enam hari ...
Kelapa muda bakar menjadi salah satu menu favorit masyarakat untuk berbuka puasa pada Ramadhan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Syahbanda (42), salah seorang pedagang ...
Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta mengalami peningkatkan jumlah kunjungan selama libur Lebaran.Salah satunya adalah pusat perbelanjaan yang berada di Jakarta Selatan, Mall ...
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...