Santri Lebak dalami kitab kuning selama Ramadhan

Sabtu, 26 Mei 2018 15:41 WIB
Santri Lebak dalami kitab kuning selama Ramadhan
Arsip: Santri belajar memaknai Kitab Kuning saat mengaji 'Kilatan Kitab' di Pondok Pesantren Almiizan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (21/5/2018). Ngaji kitab kuning ini merupakan tradisi di pondok pesantren tradisional (salaf) maupun semi modern pada saat bulan suci Ramadhan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Lebak (ANTARA News) - Para santri di sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Lebak, Banten, mendalami dan melakukan kajian kitab kuning selama Ramadhan.

"Pengkajian untuk memperdalam kajian kitab kuning sudah menjadikan tradisi selama bulan Ramadhan," kata Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Assayfiyah Rangkasbitung KH Deden Alfiansari di Lebak, Sabtu.

Mereka para santri yang memperdalam kitab kuning itu datang dari berbagai daerah di wilayah Kabupaten Lebak hingga DKI Jakarta

Pengajian khusus kitab kuning tersebut melalui coretan dengan menggunakan tinta untuk memaknai isi kitab itu.

Sebab, kata dia, kitab kuning atau kitab gundul karena huruf-hurufnya belum memiliki tanda baca dzoma, fathah dan kasrah.

Selain itu, makna harfiah bisa berubah dan perlu pengkajian khusus serta diskusi sehingga mereka memiliki kompetensi di bidang pengetahuan agama Islam.

Metode pengajian khusus itu setelah kiai atau ulama menyampaikan kajian kitab kuning kepada santri atau peserta didiknya.

Pengkajian kitab kuning, antara lain ilmu Fiqih, Akidah, Tasauf, Ibadah, Muamalah dan Tafsir Al Quran.

Pendalaman ilmu Fiqih, katanya, seperti kitab Fathul Muin, Tasauf kitab Nasuhaibad, Tafsir Al Quran kitab Jalalen, dan ilmu kalimat bahasa Arab kitab Alfiyah dan Nahu.

"Kami berharap pengkajian kitab kuning diharapkan santri mampu membaca kitab gundul dengan benar juga memaknainya," katanya.

Ahmad Yadi, seorang santri warga DKI Jakarta mengaku bahwa dirinya setiap bulan Ramadhan mengikuti pengajian khusus kitab kuning di Ponpes Assayfiyah Rangkasbitung. Apalagi dia juga lulusan di ponpes tersebut.

Pengkajian kitab kuning itu untuk menambah wawasan juga pengetahuan yang lebih mendalam khususnya di bidang ilmu figh dan ibadah. "Kami berharap pengajian kitab kuning selama Ramadhan dapat meningkatkan keilmuan di bidang agama Islam," katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak Encep Muhyi menyebutkan pengajian kitab kuning pada bulan suci Ramadhan kebanyakan diselenggarakan oleh ponpes tradisional atau salafi.

Saat ini, jumlah ponpes di Kabupaten Lebak tercatat 1.122 ponpes dengan sistem pembelajaran salafi dan modern.

"Hampir semua desa di Lebak memiliki ponpes sehingga mendukung program pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa," katanya.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2018

Berita Lainnya
Komentar
Terpopuler
  1. Mudik Merak H-7 22.281 views
  2. Ceramah Ramadan Arcandra Tahar 18.933 views
  3. Mudik Motor Pelabuhan Merak 7.016 views
  4. Ngabuburit Mercon Zlung 6.834 views
  5. Ceramah Menjaga NKRI 6.706 views
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...
PT Jasa Marga Tbk mencatat ada sebanyak 109.165 kendaraan dari kawasan Jakarta melintasi pintu masuk gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, menuju arah Timur pada enam hari ...
Kelapa muda bakar menjadi salah satu menu favorit masyarakat untuk berbuka puasa pada Ramadhan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Syahbanda (42), salah seorang pedagang ...
Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta mengalami peningkatkan jumlah kunjungan selama libur Lebaran.Salah satunya adalah pusat perbelanjaan yang berada di Jakarta Selatan, Mall ...
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...