Organda Surakarta: Tol tidak pengaruhi pasar angkutan umum

Government sets beginning of fasting on May 6
Rampcheck yang dilakukan di Terminal Tirtonadi beberapa waktu lalu (Foto: Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Organisasi Angkutan Darat (Organda) memprediksi keberadaan ruas Tol Trans Jawa tidak mempengaruhi pasar angkutan umum, khususnya di Soloraya karena pangsa pasar yang berbeda.

"Kan tidak semua pemudik memiliki kendaraan pribadi," kata Ketua Organda Surakarta Joko Suprapto di Solo, Kamis.

Justru, dikatakannya, keberadaan jalan tol ini akan menjadi pemecah arus. Menurut dia, kemacetan akan bisa diminimalisasi di jalan arteri karena sebagian kendaraan pribadi lebih memilih untuk menggunakan jalur tol.

"Pengendara lebih leluasa memilih akan melewati jalan mana, apakah arteri atau tol. Kalau yang ingin cepat tentu lebih memilih tol," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini untuk rute Jakarta-Solo maupun sebaliknya tidak ada hambatan. Menurut dia, perbaikan jalan masih ada di beberapa titik namun tidak menjadi kendala pada operasional angkutan umum.

Sementara itu, terkait persiapan Organda menyambut arus mudik Lebaran, dikatakannya, beberapa yang sudah dilakukan di antaranya melakukan sidak di garasi angkutan umum dan mengimbau pemilik transportasi umum untuk mengganti kondisi armada yang rusak atau tidak laik jalan.

"Dengan demikian masyarakat akan lebih aman dan nyaman selama perjalanan. Kerusakan sekecil apapun harus segera diperbaiki," katanya.

Terkait dengan persiapan jumlah armada, dikatakannya, untuk angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) sebanyak 600 unit.

"Kalau untuk angkutan plat kuning termasuk taksi, angkutan kota (angkot), dan bis kota jumlahnya lebih dari 1.000," katanya.

Sebelumnya, sebagai antisipasi beroperasinya kendaraan tidak laik jalan, Terminal Tirtonadi telah melakukan "rampcheck" atau pemeriksaan menyeluruh pada angkutan Lebaran baik dalam kota maupun antarkota antarprovinsi.

Kepala Seksi Angkutan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Surakarta Waskito Diantono mengatakan pemeriksaan yang dilakukan meliputi administrasi kendaraan, seperti surat kendaraan, izin kir, dan juga administrasi kendaraan.

Selain itu, pada kegiatan tersebut pihaknya sekaligus memasang stiker tanda laik jalan untuk kendaraan-kendaraan yang sudah lolos "rampcheck".

"Dengan adanya penempelan stiker artinya kendaraan tersebut laik jalan, itu memberikan kepastian untuk masyarakat. Kalau tidak berstiker maka kami tidak menjamin kelaikan kendaraan, bisa karena perizinan atau usia kendaraan," katanya.

 

Sepi penumpang di Bandara Hang Nadim Batam

Pewarta:
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019