Banyumas menggelar pasar murah Ramadhan untuk meringankan beban warga

Government sets beginning of fasting on May 6
Warga berdesak-desakan untuk membeli paket sembako murah pada kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyumas di Lapangan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Banyumas, Kamis (16/5/2019). (Foto: Sumarwoto)
Banyumas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar pasar murah Ramadhan untuk meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran 2019.

Dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Banyumas, Kamis, Pemkab Banyumas menggandeng sejumlah instansi dan organisasi seperti Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Kantor Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Banyumas, dan sebagainya.

"Pasar murah ini dalam rangka meringankan beban masyarakat menyambut puasa ini dan lebaran nanti serta dalam rangka mengurangi angka kemiskinan," kata Bupati Banyumas Achmad Husein kepada wartawan usai membuka kegiatan pasar murah tersebut.

Menurut dia, pihaknya sudah meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengadakan pasar murah di desa yang angka kemiskinannya tinggi.

Lebih lanjut, dia mengatakan dalam pasar murah di Desa Tenggeran telah disiapkan sekitar 2.000 paket sembako untuk dijual dengan harga murah kepada masyarakat.

"Syarat untuk mendapatkan sembako murah adalah mereka yang benar-benar miskin dapat memperoleh secara gratis.

Ada pula yang mendapatkan diskon, dari harga Rp60 ribu menjadi hanya Rp15 ribu," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Yuniyanto mengatakan kegiatan pasar murah tersebut melibatkan sekitar 30 organisasi, baik OPD, perbankan, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Banyumas, dan sebagainya.

Menurut dia, harga paket sembako murah yang disediakan setiap organisasi berbeda-beda. Dalam hal ini, ada yang dijual dengan harga Rp30.000 per paket berisi beras, minyak goreng, gula pasir, sirup, dan wafer.

"Rata-rata barang yang dijual di pasar murah ini, separuh dari harga di pasaran. Kami juga menyediakan bawang putih dengan harga Rp30.000 per kilogram," katanya.

Salah seorang warga Desa Tanggeran, Sunarti mengaku senang dengan adanya pasar murah tersebut karena sangat membantu warga miskin.

"Alhamdulillah ada pasar murah. Kami berharap kegiatan semacam ini rutin digelar," katanya. 

Baca juga: BI Purwokerto siapkan uang pecahan Rp3,5 triliun

Pasar murah bertebaran di berbagai kota

Pewarta:
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2019