Dishub Bekasi: Puluhan "u-turn" di jalur Bekasi tidak ditutup

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Kabid Teknik Lantas pada Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).
Bekasi (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, mengatakan pola pengaturan lalu lintas mudik bakal berbeda dengan tahun lalu, salah satunya mengenai putaran balik kendaraan (u-turn) di sembilan jalur mudik Bekasi yang tidak ditutup.

"Tahun lalu kan u-turn ditutup karena mempertimbangkan aspek kelancaran lalu lintas, tapi untuk tahun ini kemungkinan tidak ditutup," kata Kabid Teknik Lantas pada Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, Kamis.

Johan mengatakan, u-turn kemungkinan tidak ditutup karena pemerintah pusat memberlakukan kebijakan baru di ruas tol Jakarta-Cikampek yang melintasi wilayah Kota Bekasi. Pada saat arus mudik maupun balik, ruas tol tersebut akan diberlakukan satu arah menuju timur saat arus mudik dan satu arah menuju barat saat arus balik.

"Kalau tol diberlakukan satu arah begitu, bisa dipastikan kendaraan yang mudik lewat tol bisa lebih lancar, sehingga berdampak juga terhadap jalan arteri yang ada di Kota Bekasi," katanya.

Meski demikian, Pemerintah Kota Bekasi masih menunggu informasi resmi tersebut dari Kementerian Perhubungan berupa surat edaran. Informasi resmi itu diperlukan untuk menentukan langkah petugas di lapangan terkait penutupan u-turn.

"Di titik u-turn juga kita kerahkan petugas, jadi bila di titik itu terjadi kemacetan maka u-turn akan ditutup sementara. Intinya kita sesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan," katanya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Deded Kusmayadi menambahkan, tahun lalu ada 77 putaran balik dari sembilan jalur mudik di Kota Bekasi yang ditutup petugas. Penutupan dilakukan untuk menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas saat mudik Lebaran.

Adapun ruas jalur mudik itu adalah Jalan Sultan Agung, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Djuanda, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Ahmad Yani, Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Jalan Mayor Hasibuan, Jalan Chairil Anwar dan Jalan Cut Meutia.

Dari sembilan jalur tersebut, putaran balik di Jalan Sultan Agung yang memiliki panjang 3,9 kilometer paling banyak ditutup. Di sana ada 27 u-turn ditutup petugas. Disusul Jalan Djuanda yang memiliki panjang 5,2 kilometer dengan penutupan 12 u-turn. Setelah itu delapan u-turn di Jalan Sudirman yang memiliki panjang 2,2 kilometer ditutup petugas.

Selanjutnya masing-masing tujuh titik di Jalan Chairil Anwar dan I Gusti Ngrah Rai juga ditutup. Lalu ada lima putaran balik kendaraan di Jalan Cut Meutia yang ditutup. Berikutnya ada tiga titik di Jalan Mayor Hasibuan dan dua titik di Jalan Ahmad Yani yang ditutup petugas.

"Penutupan saat itu agar pemudik lebih lancar menuju ke arah timur, tapi tahun ini kita sesuaikan dengan kondisi yang di lapangan," ujar Deded.

 

Dishub Temanggung batasi 40 kendaraan uji KIR per hari

Pewarta:
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019