Otoritas Pelabuhan Sampit optimis seluruh pemudik akan terangkut

Government sets beginning of fasting on May 6
Kepala KSOP Sampit Thomas Chandra memasang pita kepada perwakilan peserta apel kesiapan angkutan Lebaran 2019 di Pelabuhan Sampit, Selasa sore (21/5/2019). (ANTARA/Norjani)
Sampit (ANTARA) - Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Thomas Chandra optimistis seluruh pemudik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah melalui Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, akan terangkut karena armada yang tersedia sudah memadai.

"Mudah-mudahan semua bisa terlayani dengan baik karena sebetulnya kapasitas kapal yang ada di Pelabuhan Sampit ini cukup untuk menampung. Apalagi sudah ada dispensasi dari pemerintah untuk menambah kapasitas," kata Thomas usai memimpin apel kesiapan angkutan laut Lebaran 2019 di Pelabuhan Sampit, Selasa sore.

Thomas menyebutkan untuk melayani arus mudik di Pelabuhan Sampit, disiapkan sebanyak delapan kapal milik tiga perusahaan pelayaran. PT Pelni menyiapkan lima kapal dengan sembilan keberangkatan tujuan Surabaya dan Semarang, PT Dharma Lautan Utama dua kapal dengan delapan keberangkatan tujuan Surabaya dan Semarang, serta PT Fajar Bahari Nusantara satu kapal dengan empat keberangkatan tujuan Jakarta.

Masing-masing kapal juga bisa mengangkut penumpang lebih banyak dari biasanya dengan adanya dispensasi dari pemerintah. Seperti kapal milik PT Pelni kini bisa mengangkut hingga 1.500 penumpang dan kapal milik PT Dharma Lautan Utama bisa mengangkut antara 900 hingga 1.000 penumpang.

Meski begitu, seluruh perusahaan penyedia jasa angkutan laut tetap wajib mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang. Jumlah penumpang yang diangkut harus sesuai kapasitas dan fasilitas yang dimiliki.

"Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan operator dengan mempublikasikan jadwal dan juga penjualan tiket lebih awal, berdampak positif. Mudah-mudahan saudara-saudara kita ini aktif untuk bisa ikut mudik lebaran dengan jadwal keberangkatan kapal yang sudah dipublikasikan tersebut," kata Thomas.

Hingga saat ini belum ada informasi tambahan kapal di Pelabuhan Sampit. Memang ada kemungkinan TNI Angkatan Laut mengerahkan kapal mereka untuk membantu mengangkut pemudik jika dibutuhkan, namun belum diketahui akan diperbantukan di pelabuhan mana.

Sementara itu, apel gabungan dilaksanakan untuk memantapkan koordinasi antar semua pemangku kepentingan. Hal ini penting agar penyelenggaraan arus mudik Lebaran melalui Pelabuhan Sampit berjalan lancar dan aman. Jika ada kendala maka bisa segera diatasi bersama.

Sebelumnya, Thomas mengatakan, jumlah penumpang yang mudik Idul Fitri 1440 Hijriah melalui Pelabuhan Sampit diperkirakan naik sekitar 10 persen dibanding saat musim mudik tahun lalu. Tahun lalu jumlah pemudik sekitar 30.000 penumpang, sedangkan tahun ini diprediksi sekitar 33.000 penumpang atau kalau melonjak bisa sampai 35.000 penumpang.

Sementara itu pada Selasa pagi hingga siang, ada tiga kapal yang bertolak dari Pelabuhan Sampit dengan total penumpang yang diangkut sebanyak 1.763 penumpang. Terdiri dari KM Kelimutu tujuan Surabaya mengangkut 1.032 penumpang, KM Kirana I tujuan Semarang mengangkut 684 penumpang dan KM Fajar Bahari Nusantara tujuan Jakarta mengangkut 47 penumpang.

Baca juga: 'Check in mandiri' efektif urai antrean di Pelabuhan Sampit
Baca juga: 1.734 pemudik bertolak dari Pelabuhan Sampit

Kapal laut andalkan radar saat asap pekat

Pewarta:
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2019