500 personel di Samarinda untuk pengamanan Lebaran

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Kapolresta Samarinda AKBP Vendra Riviyanto (kiri) menyampaikan penanganan kasus oleh Polresta Samarinda di tahun 2017 (Antaranews Kaltim/Arumanto)

Samarinda (ANTARA) - Polresta Kota Samarinda, Kalimantan Timur telah menyiapkan sebanyak 600 personel aparat keamanan untuk melaksanakan Operasi Ketupat Mahakam 2019 atau pengamanan menyambut perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah.


Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Rifiyanto kepada awak media di Samarinda, Selasa, mengatakan pada operasi ketupat tahun ini kinerja para personel keamaman jauh lebih berat jika dibandingkan pada lebaran sebelumnya.


Hal itu karena selain pengamanan arus mudik menjelang Lebaran, petugas juga harus mengamankan stabilitas dan keamanan masyarakat setelah Pemilu 2019, yang sudah mencapai tahap akhir.


"Kami menyiapkan 600 personel pengamanan gabungan terdiri dari TNI Polri dan Satpol PP dan juga disiapkan pos gabungan keamanan di beberapa titik," tegas Vendra usai gelar apel pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2019, Selasa di Halaman Polresta Samarinda Jalan Slamet Riadi Sungai Kunjang, Samarinda.


Menurut Vendra ada empat poin yang menjadi fokus utama personel kepolisian pada Operasi Ketupat Mahakam 2019 ini.


Poin pertama dikatakan Vendara yakni fokus pengamanan jalan raya, kedua masyarakat yang melakukan aktifitas hilir mudiknya, ketiga aktivitas masyarakat di bulan Ramadhan dan keempat adalah pengamanan rumah ibadah menjelang Idul Fitri nanti.


Ia menegaskan bahwa pihaknya beserta TNI sampai saat ini masih tetap menjaga tempat strategis seperti Kantor KPU dan Bawaslu baik provinsi maupun kota.


“Kami bersama TNI akan terus menjaga titik-titik yang rawan setelah Pemilu 2019 yakni penjagaan kantor KPU Kaltim dan KPU Kota Samarinda serta Bawaslu Kaltim dan Bawaslu Kota Samarinda, karena sampai saat ini belum ada pencabutan perintah dari pusat,”katanya.


Ia menghimbau kepada masyarakat bahwa momentum bulan Ramadhan tahun ini harus dimaknai dengan hal yang positif utamanya untuk tetap menjaga kerukunan dalam bingkai keberagaman dan toleransi.


"Momentum bulan suci Ramadhan jangan kita disiakan dan tetap harus waspada hal-hal yang tidak dinginkan dan yang terpenting harus kita turut membantu agar Kaltim khususnya Samarinda aman dan damai dan tetap kondusif,”tegasnya.

Baca juga: Polda Sumut akan dirikan 100 pos pengamanan Lebaran
Baca juga: Polresta Sidoarjo siapkan lima Pos pengamanan Lebaran

Tekan arus balik, Operasi Ketupat diperpanjang sampai 7 Juni

Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2019