Arus mudik di Sulbar diperkirakan alami lonjakan signifikan

Ramadhan 2021: Istiqlal Mosque holds first tarawih prayers
KM Laskar Pelangi saat akan bersandar di Pelabuhan Simboro Mamuju yang merupakan salah satu angkutan mudik yang melayani rute pelayaran dari Mamuju ke Balikpapan Kalimantan Timur. (ANTARA/Amirullah)
Mamuju (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat Khaeruddin Anas memprediksi, arus mudik lebaran tahun ini akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, khususnya pada jalur darat dan laut.

"Memang kami sudah prediksi akan terjadi lompatan atau peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan jalur darat dan jalur laut pada arus mudik tahun ini," kata Khaeruddin Anas, di Mamuju, Selasa.

Lonjakan itu kata Khaeruddin Anas, disebabkan beberapa faktor, diantaranya masih tingginya harga tiket pesawat. "Walaupun Menteri Perhubungan sudah menetapkan tarif atas dan tarif bawah untuk tiket pesawat tapi kelihatannya belum signifikan," ucapnya.

"Jadi, kemungkinan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada arus mudik, baik melalui jalur darat maupun jalur laut," ujar Khaeruddin Anas.

Walaupun belum bisa memperesentasi lonjakan penumpang arus mudik menggunakan bus, namun Khaeruddin Anas mengakui pada H-8 jumlah penumpang di Terminal Simbuang mulai mengalami peningkatan.

Sementara pada jalur laut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar itu mengatakan bahwa pada delapan hari sebelum Idul Fitri (H-8), lonjakan penumpang di Pelabuhan TPI Mamuju mencapai 30 persen.

"Hari ini, terjadi lonjakan penumpang hingga 30 persen pada jalur pelayaran perintis di Pelabuhan TPI Mamuju," ucapnya.

"Kami memprediksi, pada H-3, akan terjadi lonjakan penumpang hingga di atas 30 persen, begitupun pada Pelabuhan Simboro dan Terminal Simbuang akan mengalami peningkatan penumpang signifikan," kata Khaeruddin Anas.*


Baca juga: KAI Semarang siapkan 4 kereta tambahan, antisipasi lonjakan penumpang

Baca juga: Pelni buat rekayasa rute angkut lonjakan penumpang

Libur Nataru lonjakan penumpang tertinggi selama COVID-19 di Bandara Soetta

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2019