Puncak mudik di terminal KM-6 Banjarmasin H-3

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Penumpang KM Kelud asal Batam turun dari kapal ketika tiba di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/5/2019). Berdasarkan data PT Pelni Cabang Belawan jumlah penumpang kapal dari Batam mengalami kenaikan 10 persen dibandingkan tahun lalu yakni 3.124 penumpang menjadi sekitar 3.650 penumpang akibat dampaknya harga tiket pesawat udara yang masih mahal. Jumlah tersebut akan terus meningkat pada puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran. ANTARA FOTO/Septianda Perdana (ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA)
Banjarmasin (ANTARA) - Puncak kedatangan penumpang untuk mudik melalui Terminal Kilometer enam (KM-6) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan diprediksi akan berlangsung pada H-3 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Kepala UPT Terminal KM-6 Banjarmasin A Husaini di Banjarmasin, Kamis, mengatakan untuk saat ini atau H-6 belum terjadi lonjakan kedatangan penumpang.

"Suasana terminal saat ini belum begitu banyak kedatangan penumpang, mungkin H-3 atau H-2 puncaknya nanti," ujarnya.

Menurut dia, puncak kedatangan penumpang diprediksi akan mencapai ribuan orang untuk seluruh tujuan.

Terutama, lanjut A Husaini, untuk penumpang tujuan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) pada dua tujuan, yakni, Banjarmasin ke wilayah Hulu Sungai atau Banua Enam dan Banjarmasin ke wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Sementara, kata dia, untuk tujuan Antarkota Antarprovinsi (AKAP) akan terus ada peningkatan sejak H-6 ini hingga puncaknya H-3 nanti.

"Saat ini ada sedikit peningkatan kedatangan penumpang untuk tujuan antar provinsi ini," tuturnya.

A Husaini menyebutkan, untuk armada bus antar provinsi ini, yakni, Banjarmasin tujuan Samarinda, Kalimantan Timur (Katim) dan Banjarmasin tujuan Palangkaraya-Sampit- Pangkalanbun, Kalimantan Tengah (Kalteng) mencukupi.

"Kalau armada kita jamin mencukupi, ada ratusan yang siap," ujarnya.

A Husaini menyebutkan juga, untuk pengamanan terminal menjelang arus mudik Lebaran ini, sudah dilaksanakan dengan adanya posko pengamanan mudik.

Menurut Anggota Husaini, posko yang dibangun itu adalah posko terpadu, yakni, petugas dishub provinsi, dishub kota, BPTD Willayah XV Kalsel, Polsek, Koramil.

"Dibantu juga instansi penunjang, yakni, dinkes provinsi, Balai Kesehatan Penyakit menular RI dan Puskesmas," demikian kata A Husaini.

Baca juga: Puncak arus mudik Pelabuhan Ambon 2 Juni

Baca juga: Puncak arus mudik di jalan lintas Sumatera pada H-4

Melihat padatnya lalin pada puncak arus mudik Idul Adha    

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2019