Seluruh titik rawan terus dipantau Polda Jambi

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Perbaikan Jalan Linatas Sumatra (Jalinsum) jelang arus mudik. Terdapat delapan titik rawan kecelakaan lalu lintas di Jalinsum dlam wilayah Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. (Antara/Muhamad Hanapi).
Jambi (ANTARA) - Seluruh titik rawan gangguan kriminalitas yang berada di wilayah hukum Kepolisian daerah (Polda) Jambi akan terus dipantau oleh anggota kepolisian yang bertugas dalam kegiatan Operasi Ketupat 2019 yang digelar Polda dan jajarannya.

Untuk mengantisipasi tindak kriminalitas yang ada di wilatah hukum Provinsi Jambi terutama saat arus mudik, Polda Jambi siap mengeser sedikitnya 400 personil keseluruh kawasan hingga ke perbatasan dengan provinsi tetangga untuk mengantisipasi terjadinya tindakan kriminalitas, kata Kabid Humas Polda jambi. Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, di Jambi Jumat.

Terkait tingkat tindakkan kriminalitas yang marak terjadi, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi mengatakan, untuk sementara tindakan kriminalitas akan banyak terjadi di tempat keramaian seperti di mini market dan pasar, pasalnya di sana akan banyak sekali orang berkumpul sehinga pencurian kendaraan bermotor dan jambret besar kemungkinan akan terjadi.

“Kalau tindak kriminalitas itu biasanya, terjadi di tempat ramai, seperti pasar dan minimarket atau mall, karena di sana akan  banyak kerumunan orang dan  sangat mudah melakukan tindakan kejahatan semacam pencurian kendaraan bermotor dan jambret.

Tidak hanya itu di sekitar Pasar Bedug yang telah disediakan oleh pemerintah deerah biasanya akan terjadi kemacetan yang sangat panjang, karena banyak masyarakat yang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan, sehingga ruas jalan menyempit.

Macet juga terjadi saat puncak arus mudik disebabkan belum rampungnya perbaikan jalan.

Kusawahyudi memabahkan jika pantauan saat ini ada sebanyak 59 titik rawan yang berpotensi menjadi daerah rawan baik kemacetan, tindakan kriminalitas, hingga kecelakaan, namun saat ini dia belum mau membeberkan secara pasti rinciannya karena masih dalam pengamatan petugas yang ada.

“Terkait rincian, jelasnya belum bisa di pastikan karena tim sedang cari data itu dan nanti bisa bisa bertambah dan bisa berkurang,” katanya.

Untuk mengantisipasi tindakan kriminalitas Polda Jambi akan mendirikan pos pengamanan sedikitnya tiga pos, untuk berjaga jaga jika tindkan kriminalitas di saat arus mudik sedang berlangsung.

Sedangkan titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur mudik yang ada di provinsi Jambi tidak begitu banyak, biasanya titik tersebut berda di perbatasan wilayah, seperti perbatasan, Batanghari menuju Sarolangun, Tebo–Bungo dan Jambi–Riau.

Wilayah perbatasan tersebut minim penerangan namun karena medan jalan yang lurus membuat para pengendara kerap  memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Mengenai lokasi pos pengamanani maupun jumlahnya yang akan di dirikan hingga saat ini belum bisa dipastikan dikarenakan masih akan melakukan rapat bersama jajaran polres dan dinas perhubungan, sebut Kuswahyudi.

Baca juga: Warga luar daerah padati pusat perbelanjaan di Jambi

Baca juga: Kapolda Jambi cek pos pengamanan di lintas Sumatera

KPK ungkap empat titik rawan korupsi anggaran COVID-19

Pewarta:
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2019