Objek wisata di Pesisir Selatan bebas dari hewan penular rabies

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Petugas menyuntikkan vaksin anti rabies pada anjing peliharaan warga. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Painan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menyatakan sejumlah objek wisata di daerah setempat sudah bebas dari hewan liar penular rabies seperti anjing, kucing dan kera sebelum masuknya musim libur Lebaran 2019.

"Kami mengeliminasi hewan liar di objek wisata sehingga lokasi tersebut benar-benar nyaman bagi wisatawan, kegiatan ini telah dilaksanakan sepekan kemarin, " kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pesisir Selatan, Hazrita di Painan, Jumat.

Pembebasan hewan penular rabies i dilaksanakan di objek wisata andalan daerah setempat seperti Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Jembatan Akar, Pantai Carocok Painan, Pasir Putih Kambang, Pantai Sumedang dan beberapa lokasi lainnya.

Dalam pelaksanaannya Dinas Peternakan setempat bekerja sama dengan personel kepolisian, kelompok masyarakat hingga wali nagari dan kepala kampung.

"Khusus kegiatan eliminasi ini memang dibutuhkan pendekatan lebih kepada masyarakat sehingga kami butuh dukungan seluruh unsur," ujarnya.

Selain itu, di lokasi yang sama pihaknya juga memvaksinasi ratusan hewan peliharaan yang tujuan juga sama yakni memberikan rasa aman baik kepada wisatawan maupun pemiliknya sendiri dari bahaya rabies.

Diakui selama tahun 2017-2018 eliminasi terhadap hewan liar pembawa rabies tidak dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

Namun tahun ini kembali dilakukan karena tingginya peningkatan populasi hewan liar pembawa rabies. Populasi anjing di Pesisir Selatan  telah mencapai 16 ribu ekor.

Sepanjang 2017 terjadi gigitan anjing liar  100 kali dan dari kejadian itu satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara pada 2018 terjadi 77 gigitan anjing liar, namun karena penanganannya yang cepat semua korban dinyatakan selamat.

Pemberian vaksin rabies gratis bagi hewan peliharaan di Pontianak

Pewarta:
Editor: Muhammad Yusuf
Copyright © ANTARA 2019