Kulon Progo kembangkan objek wisata Embung Krapyak di Banjaroya

Government sets beginning of fasting on May 6
Taman bunga salah satu spot yang disuguhkan di kawasan Embung Krapyak, Desa Banjaroya, Kabupaten Kulon Progo. (Foto ANTARA/Sutarmi)
Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan wisata baru kawasan Embung Krapyak untuk menyambut wisatawan dan pemudik yang berlibur di wilayahnya saat libur Lebaran 2019.

Kepala Desa Banjaroya Anton Supriyono di Kulon Progo, Selasa, mengatakan objek wisata Embung Krapyak dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Banjaroya, yakni Binangun Mitra Menoreh.

Di kawasan Embung Krapyak ini, ada wahana permainan air, taman bunga, spot swafoto, dan taman wisata buah.

"Wisata buah yang bisa dinikmati pengunjung di Embung Krapyak. Kenapa dinamakan Krapyak karena dekat dengan wisata religi Raden Santri Kyia Krapyak di Pabrik Wetan, Banjaroya," kata Anton.

Ia mengatakan wisata buah itu meliputi pepaya California, belimbing, dan jambu kristal. Untuk buah mangga, baru bisa dinikmati tahun besok, dan pohon durian juga ditanam dalam kondisi sudah besar-besar.

Wisata buah dilakukan secara tumpang sari, dari tanaman cabai, pepaya, durian dan tanaman buah lainnya. Tanaman bisa tumbuh subur dan hasilnya cukup memuaskan.

"Kami mengembangkan wisata alam ini menggunakan lahan seluas 3,7 hektare. Kami berharap dapat menjadi tujuan wisata baru di Kulon Progo dan dapat menggerakkan ekonomi warga," katanya.

Anton mengatakan wisata Embung Krapyak ini sudah mulai ada pengunjung setiap akhir pekan. Wisatawan sangat antusias, khusus wisata air karena ada mainan khusus. Biasanya wisatawan yang datang adalah keluarga besar atau rombongan.

"Dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta, wisata Embung Krapyak semakin berkembang dan menjadi tujuan wisata di Kulon Progo," katanya.

Baca juga: Polres Bantul amankan kawasan wisata ramai wisatawan saat Lebaran

Baca juga: Mudik ke Gunung Kidul? Jangan lupa cicipi "thiwul ikan asin"

 

Amarilis kembali berbunga

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2019