Kerja ikhlas cara Bripka Arif bertahan tugas di Jakarta

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Bripka M Fauzan Arif beribadah zikir di Masjid Jami' Al Furqon di sela-sela bertugas menjaga Bawaslu RI, Rabu (5/6/2019). ANTARA /Laily Rahmawaty (Laily Rahmawaty)
Jakarta (ANTARA) - Untuk pertama kalinya Bripka M Fauzan Arif (37) berlebaran terpisah dari istri dan keempat anaknya karena menjalankan tugas pengamanan Pemilu di Jakarta, hanya dengan kerja ikhlas caranya menghalau rindu untuk keluarga.

"Ya mau gimana lagi sudah risiko sebagai prajurit, tugas negara harus dijalankan. Kerja ikhlas biar tuntas," kata Bripka Arif saat ditemui di Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Rabu.

Sejak tanggal 27 Mei, anggota Sabhara Polda Jawa Timur ini diberbantukan untuk melakukan pengamanan pascapemilu di DKI Jakarta, dan untuk pertama kali pula tidak bisa mudik ke Surabaya bersama keluarganya.

Bagi pria lulusan Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Mojokerto ini bertugas di manapun tidak menjadi soal. Tapi ketika bertugas jauh, anak sakit dan harus masuk rumah sakit adalah beban pikiran yang mengganggu jalannya tugas.

Pikiran resah saat bertugas sempat dialami suami dari Fitri Rahmawaty ini, ketika putra bungsunya yang berusia sembilan bulan harus menjalani perawatan di rumah sakit karena DBD.

"Kadang kepikiran lebih baik saya yang sakit dari pada anak yang sakit, rasanya enggak kuat liatnya," kata Arif dengan wajah risau.

Banyak suka dan duka yang dirasakan Bripka Arif ketika bertugas di Jakarta mengawal pengamana pascapemilu. Baginya Pemilu 2019 ini menjadi pemilu terlama yang dirasakannya.

Awalnya Bripka Arif ditugaskan memperkuat anggota Polri mengamankan wilayah Jakarta dari tanggal 17 Mei sampai dengan 23 Mei. Tetapi karena ada gugatan dan kericuhan, pimpinanya memperpanjang masa tugasnya menjadi 31 Mei.

Arif mendapat tiga kali perpanjangan tugas, kini tugasnya memperkuat tim Polri Jakarta diperpanjang sampai tanggal 28 Juni mendatang.

Perpanjangan masa tugas yang tiba-tiba membuat Arif harus siap menghadapi kondisi apapun termasuk tidak membawa bekal pakaian yang cukup. Selama ditugaskan ia hanya membawa tiga pakaian dinas dan pakaian seadanya.

Karena terbatasnya persiapan, pernah ketika bertugas di KPU RI dari tanggal 20 sampai 23 Mei, Arif tidak mandi selama tiga hari. Sampai akhirnya seorang warga datang menyumbangkan pakaian dan perlengkapan mandi hingga dia bisa bertukar pakaian.

"Alhamdulillah ada warga banyak yang peduli," kata suami dari seorang perawat ini.

Pada Hari Raya Idul Fitri, Bripka Arif mendapat tugas di Bawaslu RI bersama ratusan anggota Polri lainnya.

Sejak malam takbiran hingga Shalat Idul Fitri, Bripka Arif sudah berkomunikasi dengan istri dan keempat anaknya.

Kemajuan teknologi memudahkannya untuk berkomunikasi dan melepas rindu kepada istri dan empat anaknya.

"Tiap hari bisa berkomunikasi, kadang video call. Kirim foto, jadi rindu terobati juga," kata ayah tiga putri dan satu putra ini.

Meski harus terpisah dengan keluarga selama dua bulan kurang, Arif tetap bangga bisa menjalankan tugas pengamanan di DKI Jakarta.

Selama bertugas dia bisa bertemu dengan anggota Polri lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia, bertukar pengalaman dan memperluas silaturahmi jadi cerita suka yang dialaminya.

"Pemilu 2019 ini jadi pemilu bersejarah, bangga aja bisa ikut hadir dalam peristiwa besar ini" kata Arif.

1.000 anggota TNI-Polri di Kepri terima vaksin COVID-19

Pewarta:
Editor: Muhammad Yusuf
Copyright © ANTARA 2019