Kawasan pinggiran Palembang paling terasa suasana Idul Fitri

Government sets beginning of fasting on May 6
Sejumlah warga berkeliling Sungai Kapuas naik kapal wisata, di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (5/6/2019). Berkeliling Sungai Kapuas menggunakan kapal wisata menjadi salah satu pilihan warga Pontianak untuk mengisi waktu libur Lebaran. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/ama
Palembang (ANTARA) - Kawasan permukiman penduduk yang berlokasi di perkampungan pinggiran Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Idul Fitri 1440 Hijriah/2019 menjadi  wilayah yang paling terasa suasana Lebaran-nya.

Pantauan di perkampungan kawasan 5 Ulu Laut, Makrayu, Tangga Buntung, dan Perumnas Kenten Sako Palembang, Kamis, di hari kedua Lebaran  tampak masih diwarnai suasana ramai warga saling bersilaturami ke rumah saudara, teman, dan keluarganya.

Sejak hari pertama Lebaran, Rabu (5/6) hingga hari kedua ini, sejak pagi hari rumah-rumah penduduk ramai dikunjungi warga setempat, saudara, keluarga besar, teman, dan kerabat.

Suasana ramai itu dapat dilihat dari lalu lintas menuju kawasan tersebut cukup padat sehingga mengakibatkan laju kendaraan tidak terlalu lancar bahkan beberapa saat mengalami kemacetan.

Gangguan arus lalu lintas tersebut selain karena jumlah kendaraan menuju kawasan tersebut meningkat juga diakibatkan tidak tersedianya lahan parkir yang cukup di kawasan permukiman sehingga banyak kendaraan, terutama roda empat parkir di pinggir menggunakan sebagian badan  jalan.

Sementara di kawasan permukiman penduduk lainnya terutama di kawasan permukiman elite seperti Kompleks Bukit Sejahtera Polygon, Villa Gardena KM 11, Kompleks Kedamaian Permai, dan Citra Grand City Palembang tidak terlihat suasana keramaian Lebaran yang menonjol bila dibandingkan di kawasan perkampungan.

Salah seorang warga tokoh pemuda salah satu partai politik Normansyah mengatakan, kawasan permukiman penduduk di pinggiran kota seperti di Kampung 5 Ulu Laut merupakan permukiman penduduk asli Palembang, sehingga banyak warga yang bersilaturahim mengunjungi sesepuh dan keluarga besarnya di kampung ini.

Semua warga yang memiliki keluarga di kawasan ini menginginkan untuk bersilaturahim meskipun pada kesempatan kedua.

Sementara warga yang tinggal di kawasan kompleks perumahan Villa Gardena II, Riki mengatakan, suasana ramai Lebaran ini hanya terasa pada saat shalat Idul Fitri di masjid kompleks, setelah itu kondisi normal karena banyak warga perantau tidak banyak memiliki keluarga di kota ini.

"Warga kompleks ini tidak banyak memiliki keluarga di Palembang, mereka banyak menghabiskan waktu libur Lebaran ke luar rumah mengunjungi rumah teman kerja dan bisnis atau jalan-jalan ke tempat wisata dan mal tidak seperti di kawasan perkampungan tampak sangat ramai aktivitas warga saling berkunjung untuk bersilaturahim," ujar warga.

Sementara sebelumnya Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah mengatakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga Bumi Sriwijaya ini sepekan sebelum dan sesudah Lebaran, pihaknya menyiagakan 300 personel di sejumlah pusat keramaian, tempat wisata, dan daerah rawan gangguan kamtibmas serta kemacetan arus lalu lintas.

Dengan adanya anggota di tengah-tengah masyarakat Muslim yang sedang merayakan hari kemenangan setelah berpuasa di Bulan Suci Ramadhan secara umum kondisi kamtibmas di kota ini cukup kondusif, kata Kapolresta.

Baca juga: Wali Kota Palembang ajak warga ke rumah dinas

Baca juga: Penumpang kapal cepat Palembang-Bangka capai puncaknya

Ini daftar harga 11 kebutuhan pokok jelang Ramadhan dan Lebaran

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2019