Puncak arus balik di Bandara Notohadinegoro diprediksi Minggu

Government sets beginning of fasting on May 6
Suasana arus balik di Bandara Notohadinegoro Jember pada Jumat atau "H+1" Lebaran 2019 (istimewa)
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Notohadinegoro Jember Edy Purnomo mengatakan puncak arus balik dengan lonjakan penumpang cukup signifikan di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember, Jawa Timur, diprediksi terjadi pada Minggu (9/6) atau "H+3" Lebaran 2019.

"Kepadatan penumpang saat arus balik di Bandara Notohadinegoro Jember lebih ramai dibandingkan arus mudik baik untuk maskapai Wings Air maupun Citilink," katanya di Kabupaten Jember, Jumat.

Menurutnya pemesanan tiket pesawat untuk arus balik juga lebih tinggi dibandingkan arus mudik di Bandara Notohadinegoro Jember karena okupansi penumpang saat arus mudik masih normal seperti hari biasa.

"Lonjakan penumpang justru terjadi pada arus balik di Bandara Notohadinegoro Jember karena banyak warga yang menggunakan jasa angkutan udara saat arus balik Lebaran 2019," tuturnya.

Ia mengatakan ada dua maskapai yang beroperasi di Bandara Notohadinegoro yakni Citilink dan Wings Air dengan rute Surabaya-Jember, namun Wings Air terbang setiap hari dan Citilink terbang selama empat hari dalam sepekan yakni Minggu, Senin, Rabu, dan Jumat.

"Hari ini okupansi penumpang Wings Air yang dari Surabaya ke Jember sebanyak 18 orang, sedangkan penumpang dari Jember menuju ke Surabaya sebanyak 38 orang," ucapnya.

Sedangkan untuk maskapai Citilink tercatat sebanyak 45 penumpang yang datang di Bandara Notohadinegoro Jember dan jumlah penumpang yang terbang ke Bandara Juanda sebanyak 23 orang.

"Kemungkinan okupansi penumpang akan meningkat tajam pada Minggu (9/6) seiring dengan habisnya cuti dan libur Lebaran 2019, sehingga pemudik harus kembali untuk bekerja," ujarnya.

Kendati demikian, Edy mengakui bahwa lonjakan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran 2019 tidak seramai pada tahun sebelumnya karena mahalnya harga tiket pesawat, namun hal itu tidak hanya terjadi di Bandara Notohadinegoro Jember.

"Turunnya jumlah pemudik yang menggunakan transportasi udara hampir merata secara nasional karena kebijakan kenaikan harga tiket pesawat itu pada tingkat nasional," katanya, menambahkan.

Selama masa angkutan Lebaran 2019, berbagai sarana penunjang arus mudik dan balik disiagakan di Bandara Notohadinegoro Jember seperti pengamanan dan posko kesehatan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, serta memberikan rasa nyaman selama pemudik melakukan perjalanan ke kota tujuan.

Puncak arus balik, stasiun Pasar Senen kedatangan 24 ribu pemudik

Pewarta:
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2019