Arus balik kapal di Pelabuhan Belawan capai 3.799 penumpang

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Sebanyak 3.799 penumpang KM Kelud arus balik Lebaran 2019 dari Pelabuhan Belawan tujuan pelayaran Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Pelabuhan Ampar Batam, Kepulauan Riau, dan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Minggu (9-6-2019). (Foto: Septianda)

Medan (ANTARA) - Sebanyak 3.799 penumpang KM Kelud arus balik Lebaran 2019 dari Pelabuhan Belawan tujuan pelayaran Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Pelabuhan Ampar Batam, Kepulauan Riau dan  Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Minggu.

Kepala Cabang PT Pelni Belawan Luthfi Israr kepada ANTARA di Medan mengatakan bahwa puncak arus balik menggunakan transportasi laut KM Kelud terjadi pada hari Minggu (9/6), bahkan akan meningkat sampai 14 dan 16 Juni 2019.

"Hari ini ada lebih dari 3.000 pemudik yang berangkat dari Pelabuhan Belawan. Mereka akan kembali balik ke daerah tujuannya," katanya.

KM Kelud milik Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dari Pelabuhan Belawan tujuan ke Tanjung Balai Karimun, Batam, dan Jakarta tersebut membawa penumpang sedikitnya 3.623 orang dewasa dan 176 penumpang bayi. Adapun dispensasi yang diberikan Menteri Perhubungan keseluruhan penumpang 3.884 orang.

Dalam rangka angkutan Lebaran 2019, sebelumnya KM Kelud sudah memenuhi standar syarat kapasitas, kelengkapan, dan keselamatan dengan mengikuti proses uji petik yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Laut.

"KM Kelud ini seat-nya hanya 2.607 penumpang. Namun, karena sudah uji petik, diberi kapasitas dispensasi 49 persen dari tempat duduk yang ada sehingga layak untuk menambah jumlah pemudik pada angkutan Lebaran," katanya.

Terkait dengan meningkatnya jumlah penumpang KM Kelud yang mencapai 10 persen hingga 15 persen, dia menjelaskan bahwa hal itu dampak kenaikan harga tiket pesawat terbang yang saat ini masih terjadi sehingga mereka banyak beralih menggunakan jasa transportasi KM Kelud.

Pewarta:
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2019