165.260 pemudik kembali ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni

Government sets beginning of fasting on May 6
Ratusan mobil dan sepeda motor antre saat akan memasuki Kapal Roro di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, Minggu malam (9/6/2019). ANTARA FOTO/Ardiansyah/ama. (Foto: Antaralampung.com/Ardiansyah)

Bandarlampung (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni mengatakan pada H+3 (9/6) terjadi arus balik sebanyak 165.260 pemudik kembali ke Pulau Jawa melalui dermaga penyeberangan Pelabuhan Bakauheni.

Humas ASDP Saifulahil Maslul Harahap saat dikonfirmasi, di Bandarlampung, Selasa (11/6), mengatakan bahwa jumlah pemudik pada arus balik tersebut meningkat dibandingkan pada H+2 (8/6).

Berdasarkan laporan yang diterima, tambah dia, pemudik pejalan kaki mengalami kenaikan pada H+3 sebanyak 1.257 orang dan pemudik dengan roda dua sebanyak 7.069 unit dan kendaraan roda empat baik pribadi, bus dan truk mencapai 4.495 unit.

"Peningkatan pemudik pejalan kaki maupun dalam kendaraan kemarin (9/6) dikarenakan mereka ingin memburu waktu kerja pada Senin," kata dia.

Saiful menyebutkan bahwa lonjakan pemudik pejalan kaki pada H+3 mencapai 24.415 orang dan pemudik dalam kendaraan baik roda empat maupun roda dua sebanyak 38.862 unit.

Ia merincikan Dari 38.862 unit kendaraan yang menyeberang ada sebanyak 20.795 R2, 17.314 R4, bus 539 unit dan truk 214 unit.

Pengendara mobil antre saat akan memasuki Kapal Roro di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, Minggu (9/6/2019). Direktur Utama PT ASDP Ira Puspa Dewi menyatakan jumlah pemudik roda empat yang sudah melakukan penyebErangan ke pulau Jawa sudah mencapai 38.110 mobil atau 38 persen. ANTARA FOTO/Ardiansyah/ama. (ANTARA FOTO/ARDIANSYAH)

 

"Untuk mobil pribadi sebenarnya ada penurunan pada H+3 (9/6)," katanya.

ASDP untuk mengangkut keseluruhan penumpang tersebut pada arus balik kemarin melakukan trip sebanyak 110 kali dari semua dermaga yang ada di Pelabuhan Bakauheni.

Pelabuhan Trisakti antisipasi arus balik hingga H+15

Pewarta:
Editor: Ridwan Chaidir
Copyright © ANTARA 2019