ASDP: Cuaca buruk tak ganggu pelayanan arus balik Lebaran

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Hermin Welkis. (ANTARA Foto/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Manager Usaha PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Kupang Hermin Welkis mengatakan cuaca buruk yang melanda wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tidak mengganggu pelayanan arus balik Lebaran.

"Berdasarkan laporan BMKG, gelombang di wilayah perairan laut memang cukup tinggi, tetapi pada jalur-jalur pelayaran antarpulau yang dilalui kapal-kapal feri, masih cukup aman," kata Hermin Welkis di Kupang, Selasa (11/6).

Ia mengemukakan hal itu berkaitan dengan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan laut NTT, dan dampaknya terhadap pelayanan terhadap para penumpang yang akan kembali ke Kupang setelah liburan Lebaran seperti dari Pulau Flores, Sabu, Alor, dan Sumba.

Menurut dia, pada Senin, (10/6), kapal feri yang mengangkut ratusan penumpang dari Pelabuhan Waibalun, Larantuka bisa berlayar dan tiba di Kupang pada Selasa, (11/6) dini hari.

Selain itu, sesuai dengan jadwal, kapal feri akan diberangkatkan dari pelabuhan Bolok Kupang menuju Kalabahi, Alor pada hari ini pukul 12.00 WITA.

"Jadi sementara ini tidak ada masalah, tetapi para nahkoda kapal sudah diingatkan untuk tetap waspada dan tidak dibolehkan untuk memaksakan kehendak untuk terus berlayar jika dalam perjalanan, kondisi di wilayah perairan laut tidak memungkinkan," katanya.

Mengenai lintasan Kupang-Sabu Raijua, dia mengatakan, pelayaran pada lintasan tersebut sudah dibuka kembali setelah ditutup selama lebih dari dua pekan.

Artinya, kami tetap mengacu pada peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, dimana jika pada jalur pelayaran yang akan dilalui itu kapal sedang terjadi gelombang tinggi, maka akan dilakukan pembatalan pelayaran, katanya menjelaskan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada Minggu, (9/6) mengeluarkan peringatan kepada operator pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai gelombang setinggi 4.0 meter di perairan selatan Pulau Sumba dan Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Untuk tiga hari ke depan, tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Pulau Sumba dan Samudera Hindia selatan NTT dapat mencapai 3,5 hingga 4,0 meter," kata Kepala BMKG Stasiun El Tari Kupang, Bambang Setiajid.

Selain itu, kata Bambang, potensi gelombang setinggi 2.0 meter terjadi di Selat Ombai dan Selat Wetar.

Gelombang setinggi 2.5 meter berpotensi terjadi di perairan laut selatan Kupang, Pulau Rote dan Laut Timor selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dan gelombang setinggi 3.0 meter berpotensi terjadi di Selat Sape dan Laut Sawu. 

 

Dermaga penyeberangan antar pulau akan mendapat GeNose C19

Pewarta:
Editor: Ridwan Chaidir
Copyright © ANTARA 2019