Empat rumah di Kapuas Hulu terbakar selama bulan Ramadhan

Government sets beginning of fasting on May 6
Sejumlah pihak berusaha memadamkan kebakaran sejumlah ruko atau rumah di Pasar Merdeka Putussibau Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22. 00 WIB, Senin malam (28/1) dan baru bisa dipadamkan sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (29/1). (Foto Antaranews/Timotius)
Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Rupinus mengatakan ada empat rumah warga Kapuas Hulu yang terkena musibah kebakaran selama bulan Ramadhan lalu.
 
 
 
"Sepanjang bulan Ramadhan ada empat rumah terbakar dan rata - rata hangus tidak bisa diselamatkan," kata Rupinus di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Selasa (11/6).
 
 
 
Rupinus menjelaskan, kebakaran itu terjadi di Kecamatan Jongkong rumah milik Ahmad Munzairi dan Neneng Dewi yang merupakan rumah dinas guru, kemudian rumah milik Soban, warga Putussibau Utara dan rumah milik Edwin di Kecamatan Mentebah.
 
 
 
Menurut dia, kebakaran itu terjadi diakibatkan beberapa faktor, salah satunya kurang teliti di rumah seperti tidak mengecek kondisi rumah sebelum berpergian atau sebelum tidur pada malam hari.
 
 
 
" Tidak satu orang pun menginginkan musibah itu, tetapi kita juga harus lebih berhati - hati di rumah dan teliti, terutama ketika memasak atau pun mengecek potensi yang bisa menyebabkan kebakaran terutama bagian dapur dan kondisi listrik," ucap Rupinus.
 
 
 
Rupinus mengatakan, badan penanggulangan bencana daerah di bantu oleh sejumlah pihak peduli bencana, terus berupaya membantu masyarakat yang terkena musibah apalagi jika itu berkaitan dengan kebakaran.
 
 
 
Jika terjadi kebakaran, kata Rupinus, personel pemadam kebakaran langsung mendatangi tempat kejadian apabila itu dapat di jangkau.
 
 
 
" Mobil pemadam kebakaran dan petugas pemadam kebakaran selalu stand by, apa boleh buat jika kebakaran terjadi di desa atau kecamatan yang sulit di jangkau," ucap Rupinus.
 
 
Pewarta:
Editor: Ridwan Chaidir
Copyright © ANTARA 2019