Wilayah kerja Pangkalan Utama TNI AL I/Medan sangat strategis

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Panglima Komando Armada I/Medan, Laksamana Muda TNI Yudo Margono, pada serah terima jabatan komandan Wilayah kerja Pangkalan Utama TNI AL I/Medan sangat strategis, dari Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto kepada Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid, di Markas Komando Pangkalan Utama TNI AL I/Medan, Jumat. (Istimewa)
Medan (ANTARA) - Panglima Komando Armada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono, mengatakan, wilayah kerja Pangkalan Utama TNI AL I/Medan sangat strategis, meliputi perbatasan wilayah barat Indonesia dan terdapat choke point pelayaran Internasional.

"Selain itu, sebagai jalur strategis bagi proyeksi armada laut nasional dan Internasional melalui Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan dan jalur komunikasi," kata Margono, dalam amanatnya pada serah terima jabatan komandan Pangkalan Utama TNI AL I/Medan, dari Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto kepada Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid, di Markas Komando Pangkalan Utama TNI AL I/Medan, di Belawan, Jumat.

Dengan strategisnya wilayah kerja itu, menurut dia, menjadi tantangan tersendiri bagi pemegang komando di jajaran itu.

"Situasi dan kondisi di perairan ini akan berdampak pada stabilitas keamanan nasional dan internasional, dimana keamanan dan kesejahteraan merupakan bagian yang tidak terpisahkan," ujar Margono.

Ia mengatakan, kepercayaan dunia terhadap Indonesia akan tumbuh seiring dengan situasi keamanan perairan yurisdiksi nasional yang kondusif.

"Kepada seluruh prajurit Pangkalan Utama TNI AL I/Medan, saya instruksikan untuk mendukung sepenuhnya terhadap pelaksanaan tugas komandan Pangkalan Utama TNI AL I/Medan yang baru, dan laksanakan tugas dengan baik dengan penuh rasa tanggung jawab," katanya.

Triswanto selanjutnya akan menjabat sebagai kepala Dinas Operasi dan Latihan TNI AL di Markas Besar TNI AL, yang sehari sebelumnya sudah diserahterimakan di Markas Besar TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur.

Rasyid sejak 1988 berdinas di TNI AL menjalani penugasan yang sebagian besar di bidang operasi, di antaranya sebagai komandan sejumlah kapal perang di wilayah Komando Armada I dan Komando Armada II, meliputi KRI Teuku Umar-385, KRI Pulau Rangsang-727 dan KRI Teluk Celukan Bawang -532.

Rasyid lulusan Akademi TNI AL Angkatan 33/1988 juga telah menempuh berbagai macam pendidikan antara lain Sekolah Staf dan Komando TNI AL Angkatan 39 TA 2001, Dikreg Sesko TNI Angkatan 38 TA 2011 dan Lemhanas (PPRA) Angkatan 52/ 2014.
Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019