Harga cabai di Pasar Jaya Lenteng Agung naik

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Seorang pedagang sayuran di Pasar Jaya, Lenteng Agung, Jakarta Selatan tengah melayani pembeli, salah satu komoditas yang naik harganya adalah cabai, yang diduga akibat musim kemarau. (ANTARA/Citra Herman)
Jakarta (ANTARA) - Pembeli kebutuhan pokok di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengeluhkan naiknya harga cabai rata-rata sekitar 50 sampai 60 persen.

Sri Hartini, seorang pembeli yang juga ibu rumah tangga tersebut mengeluhkan harga cabai yang naik cukup tinggi dari harga biasanya.

"Biasanya paling Rp25.000 sampai Rp30.000, tapi ini naik jadi Rp 65.000. Jadi makin pusing karena uang belanja juga terbatas," ujar Sri yang di temui di Pasar Jaya, Jakarta Selatan, Senin.

Senada dengan Sri, Ria juga mengeluhkan soal harga komoditas pangan yang juga ikut naik.

"Tidak hanya cabai, tetapi juga komoditas lain, seperti wortel yang biasa dijual dengan harga Rp12.000 per kilogram sekarang dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram. Harga bawang merah dan putih meski sudah turun tetapi masih tergolong tinggi di harga Rp 40.000 per kilogram.

"Mayoritas mengalami kenaikan. Semoga besok cepat turun kembali ke normal," kata Ria.

Juga baca: Pedagang cabai minta pemerintah antisipasi kenaikan harga

Juga baca: Harga cabai tembus Rp80.000, pengusaha rumah makan menggerutu

Juga baca: Asosiasi prediksi harga cabai merah besar berpeluang terus naik

Aas, pedagang sayuran hanya bisa berharap jika semua komoditas pangan dapat kembali ke harga normal sehingga tidak memberatkan dirinya maupun pembeli.

"Kita sebagai penjual inginnya jual murah, standar saja seperti hari-hari biasa kan enak," kata Aas, yang tidak mengetahui penyebab pasti kenaikan harga komoditas pangan yang dijualnya.

Pemprov DKI menduga naiknya beberapa komoditi sayuran di pasar tradisional di wilayahnya karena berkurangnya pasokan dari sentra produksi yang dipengaruhi musim kemarau.

Pasokan berkurang, picu kenaikan harga cabai

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019