Jusuf Kalla: Kota Cerdas perlu kepala daerah dan masyarakat pintar

Government sets beginning of fasting on May 6
Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyaksikan pameran inovasi kota cerdas di Indonesia International Smart City Expo and Forum (IISMEX) 2019, di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Rabu. (Biro Pers Setwapres)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengatakan, penyematan label Kota Cerdas atau Smart City untuk suatu daerah diperlukan kolaborasi baik antara kepala daerah dan masyarakat yang pintar dalam menerapkan dan menggunakan inovasi di daerah.

"Yang penting dikembangkan ialah wali kota cerdas dan warga kota yang cerdas. Walaupun segala macam peralatan teknologi ada, tapi warga kota tetap membuang sampah seenaknya, melanggar lalu lintas seenaknya, antri tidak teratur; maka kota itu akan tidak cerdas," kata Kalla, dalam sambutannya di Indonesia International Smart City Expo and Forum (IISMEX) 2019, di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, istilah Kota Cerdas adalah bagaimana kepala daerah dapat memaksimalkan pemakaian teknologi untuk pengelolaan kota antara lain memanfaatkan sampah menjadi tenaga listrik, membangun banyak trotoar untuk pejalan kaki, mengatasi kemacetan serta penyediaan air-listrik untuk kebutuhan masyarakat.

"Jadi bukan hanya di kantor wali kota penuh dengan komputer, tidak begitu. Peralatan teknologi bisa dibeli, tapi kecerdasan harus timbul dari kemampuan wali kota untuk mengelola teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Juga baca: Kota Kupang segera luncurkan layanan elektronik "smart city"

Juga baca: Kediri ikut teken MoU gerakan menuju 100 kota pintar

Juga baca: 25 kota dapat pendampingan menuju "Smart City"

Oleh karena itu, Kalla mendorong seluruh kepala daerah untuk berinovasi dalam menjalankan pemerintahan di daerah, sehingga dapat mewujudkan pelayanan masyarakat yang efisien.

"Jadi jangan hanya terpaku pada teknologi. Teknologi adalah alat, yang memakai alat itulah yang harus cerdas. Dan anda semua dapat menjadi cerdas apabila ada inovasi," kata dia, di hadapan para kepala daerah.

Selain itu, para kepala daerah juga harus saling menyerap keberhasilan daerah lain dalam menerapkan konsep smart city, sehingga kemajuan seluruh daerah dapat berjalan bersama dan tidak ada kesenjangan.

"Dengan menjadi kota cerdas, maka secara otomatis daerah tersebut menjadi maju, karena apabila permasalahan di daerah dapat diselesaikan, maka investasi di daerah tersebut akan naik sehingga membawa kemajuan bagi masyarakatnya," ujar Kalla.

Sosok ideal menteri Jokowi di mata Buya

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019