Lembah Anai dibuka penuh pascabencana, macet mengular imbas one way
- 23 Maret 2026
Foto udara tumpukkan kayu gelondongan di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Sebanyak 1.232 jiwa dari 276 KK di Desa Sekumur kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda desa tersebut pada akhir November 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Warga duduk di antara kayu gelondongan di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Sebanyak 1.232 jiwa dari 276 KK di Desa Sekumur kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda desa tersebut pada akhir November 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Suasana pengungsian warga di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Sebanyak 1.232 jiwa dari 276 KK di Desa Sekumur kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda desa tersebut pada akhir November 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Foto udara kondisi pengungsian warga di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Sebanyak 1.232 jiwa dari 276 KK di Desa Sekumur kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda desa tersebut pada akhir November 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Foto udara kondisi pengungsian warga di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Sebanyak 1.232 jiwa dari 276 KK di Desa Sekumur kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda desa tersebut pada akhir November 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Sejumlah bocah duduk dalam tenda pengungsian di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Sebanyak 1.232 jiwa dari 276 KK di Desa Sekumur kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda desa tersebut pada akhir November 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Warga melintas di antara kayu gelondongan di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Sebanyak 1.232 jiwa dari 276 KK di Desa Sekumur kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda desa tersebut pada akhir November 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.