Lembah Anai dibuka penuh pascabencana, macet mengular imbas one way
- 23 Maret 2026
Sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari membantu guru menyemprot material lumpur di TK Dewi Sartika, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (18/5/2026). Pemkot Kendari memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir selama tujuh hari ke depan hingga 24 Mei 2026 karena dinilai masih membutuhkan perhatian dan penanganan lanjutan. ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
Seorang warga mencoba menggali tumpukan lumpur yang menutupi saluran air rumahnya di kawasan Kali Wanggu, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (18/5/2026). Pemkot Kendari memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir selama tujuh hari ke depan hingga 24 Mei 2026 karena dinilai masih membutuhkan perhatian dan penanganan lanjutan. ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
Sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari membantu guru membersihkan material lumpur di TK Dewi Sartika, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (18/5/2026). Pemkot Kendari memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir selama tujuh hari ke depan hingga 24 Mei 2026 karena dinilai masih membutuhkan perhatian dan penanganan lanjutan. ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU