Ramadhan 2026

Warga masih mengungsi pascagempa di NTT

  • Minggu, 23 Agustus 2026 08:54 WIB

Sejumlah warga bermalam di dalam tenda yang mereka dirikan secara mandiri di Malaruma, Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (22/8/26). Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (22/8), jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang terjadi di NTT mencapai 150.576 orang, 34.256 orang di antaranya ada di Nagekeo karena masih banyak dari warga yang belum berani kembali ke rumah akibat banyaknya gempa bumi susulan. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/wsj.

Sejumlah warga bermalam di dalam tenda yang mereka dirikan secara mandiri di Malaruma, Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (22/8/26). Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (22/8), jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang terjadi di NTT mencapai 150.576 orang, 34.256 orang di antaranya ada di Nagekeo karena masih banyak dari warga yang belum berani kembali ke rumah akibat banyaknya gempa bumi susulan. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/wsj.

Sejumlah warga bermalam di dalam tenda yang mereka dirikan secara mandiri di Malaruma, Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (22/8/26). Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (22/8), jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang terjadi di NTT mencapai 150.576 orang, 34.256 orang di antaranya ada di Nagekeo karena masih banyak dari warga yang belum berani kembali ke rumah akibat banyaknya gempa bumi susulan. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/wsj.

Sejumlah warga bermalam di dalam tenda yang mereka dirikan secara mandiri di Malaruma, Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (22/8/26). Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (22/8), jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang terjadi di NTT mencapai 150.576 orang, 34.256 orang di antaranya ada di Nagekeo karena masih banyak dari warga yang belum berani kembali ke rumah akibat banyaknya gempa bumi susulan. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/wsj.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait