Ramadhan 2026

Anakan buaya Sinyulong dievakuasi petugas dari tangan nelayan

  • Sabtu, 29 Agustus 2026 16:26 WIB

Petugas mengukur panjang badan seekor anakan buaya Sinyulong di Kantor Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak mengevakuasi tiga ekor anakan buaya Sinyulong (Tomistoma schlegelii) yang merupakan satwa dilindungi penuh dari nelayan di Sungai Dusun Teredu, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, karena terindikasi akan diperdagangkan, untuk selanjutnya direhabilitasi di tempat penampungan sementara. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/foc.

Analis Konservasi dan Rehabilitasi Wilayah Pesisir Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Yuda Saniswan (kiri) dan Marine Mega Fauna Specialist Sealife Indonesia drh. Dwi Suprapti (kanan) memeriksa kondisi dua dari tiga ekor anakan buaya Sinyulong di Kantor Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak mengevakuasi tiga ekor anakan buaya Sinyulong (Tomistoma schlegelii) yang merupakan satwa dilindungi penuh dari nelayan di Sungai Dusun Teredu, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, karena terindikasi akan diperdagangkan, untuk selanjutnya direhabilitasi di tempat penampungan sementara. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/foc.

Petugas memeriksa kondisi seekor anakan buaya Sinyulong di Kantor Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak mengevakuasi tiga ekor anakan buaya Sinyulong (Tomistoma schlegelii) yang merupakan satwa dilindungi penuh dari nelayan di Sungai Dusun Teredu, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, karena terindikasi akan diperdagangkan, untuk selanjutnya direhabilitasi di tempat penampungan sementara. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/foc.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait