Marhaban Yaa Ramadhan

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Petugas Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Sulawesi Utara mengamati hilal di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (23/4/2020). Hasil pemantauan hilal 1 Ramadan 1441 H tidak tampak dari Manado karena terhalang cuaca yang berawan. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/aww. (ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO)
Jakarta (ANTARA) - Ramadhan 1441 Hijriah tiba. Umat Islam di seluruh dunia bersuka cita menyambut datangnya Bulan Suci itu, meski tahun ini harus dilalui dalam suasana prihatin karena pandemi virus corona baru (COVID-19).

Dalam situasi apapun, umat Islam pasti merindukan hadirnya Ramadhan, bulan yang penuh dengan rahmat dan keberkahan.

Rasulullah SAW menjelaskan Ramadhan merupakan "sayyidusy syuhur" atau si penghulu (pemimpin) bulan di antara bulan-bulan dalam kalender Islam. Dinamakan demikian karena Bulan Ramadhan memiliki berbagai keutamaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.

Tatkala Ramadhan tiba, Rasulullah SAW selalu menyampaikan nasihat dan bimbingan kepada para sahabat mengenai ibadah puasa dan keutamaan Ramadhan. Tentu saja tujuannya memberi motivasi bagi umat Islam lainnya agar bersemangat dalam melakukan ibadah dan amal saleh (kebaikan) di bulan penuh berkah dan ampunan ini.

Di tengah berbagai pembatasan akibat pandemi COVID-19 yang dialami umat Muslim di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia, setiap Muslim tetap perlu mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut "tamu agung" nan istimewa ini.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh umat Islam saat datangnya Ramadhan, antara lain:

Pertama, mempelajari kembali hal-hal yang berkaitan dengan ibadah selama Ramadhan, seperti seputar rukun, syarat sah, syarat membatalkan puasa, serta berbagai perkara sunah dan makruh, serta hikmah yang terkandung dalam Bulan Ramadhan.

Kedua, mempersiapkan mental dan rohani dalam melaksanakan ibadah puasa, yaitu menenangkan jiwa dalam menghadapi Bulan Puasa. Rasulullah dan para sahabat bahkan telah mempersiapkan kedatangan Ramadhan sejak beberapa bulan sebelumnya. Menguatkan mental dan rohani menjadi sesuatu yang penting untuk menjaga semangat dan keikhlasan dalam menjalani berbagai ibadah dan amal kebaikan di Bulan Ramadhan, agar memperoleh predikat sebagai mutakin.

Ketiga, meninggalkan perkataan, perbuatan, dan kebiasaan buruk dengan sepenuh hati serta ikhlas semata-mata karena Allah.

Keempat, sambutlah Bulan Ramdhan dengan penuh suka cita dan azam (tekad) yang tinggi dengan memperbanyak ibadah, baik pada siang maupun malam hari. Hal ini dimaksudkan untuk melatih diri dan menyucikan jiwa.

Selain hal-hal tersebut, Rasulullah senantiasa menggembirakan para sahabat saat datangnya Bulan Ramadhan, dengan saling menyapa dan memberi salam, beribadah dan berbuat kebaikan, serta saling berbagi kepada sesama.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya akan datang kepada kamu Bulan Ramadhan, bulan yang diberkati, Allah mewajibkan kamu berpuasa di dalamnya. Pada Bulan Ramadhan dibuka pintu-pintu surga, dikunci semua pintu neraka, dibelenggu semua setan. Di malamnya ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barang siapa yang tidak memperoleh kebajikan pada malam itu, berartilah diharamkan baginya segala kebaikan untuk dirinya".

Semoga dengan kesungguhan dalam menyambut dan mengisi Ramadhan dengan berbagai aktivitas ibadah yang dianjurkan Rasulullah, umat Islam bisa meraih kesuksesan dalam menjalankan ibadah puasa. Amin.
(Dari berbagai sumber)
 

Hari ke-40 Operasi Ketupat, 5.734 kendaraan diputarbalikkan ke daerah asal

Pewarta:
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2020