Keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Petugas mengenakan kostum Spiderman membagikan nasi bungkus di Seturan, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (15/4/2020). Sedekah nasi bungkus dan air mineral kepada masyarakat yang digagas oleh salah satu Hotel itu menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada sesama di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/pras.
Jakarta (ANTARA) - Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan mulia yang penuh keistimewaan bagi umat Islam. Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi orang memperbanyak ibadah di bulan ini.

Selain melakukan ibadah shalat tarawih, memperbanyak membaca Al Quran, dan amalan sunnah lainnya, umat Islam pada umumnya berlomba-lomba untuk beramal dan bersedekah kepada sesama di bulan Ramadhan.

Semakin tinggi keimanan seseorang, semakin banyak melakukan shalat malam dan berdzikir, biasanya semakin kuat pula amalan sedekahnya.

Sedekah yang diberikan, sekecil apapun itu pasti sangat bermakna bagi orang-orang yang membutuhkan, termasuk bagi saudara-saudara kita yang terimbas pandemi COVID-19.

Bahkan, sekadar memberi makan berbuka (takjil) kepada orang yang sedang berpuasa dijanjikan pahala dan balasan yang besar, sebagaimana Hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, "Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga".

Bagi umat Islam yang rutin melakukannya, bersedekah banyak sekali manfaat yang dirasakan. Keutamaan bersedekah juga digambarkan dalam sebuah dialog tatkala Rasulullah SAW bertemu seorang sahabat.

Rasulullah bertanya, ”Wahai Rasulullah, pekerjaan apakah yang sangat terpuji bagi setiap Muslim?”.

Kemudian Rasulullah menjawab, “Wahai sahabatku, pekerjaan yang paling terpuji bagi umatku adalah bersedekah”.

Sahabat tersebut kembali bertanya, “Apa yang dilakukan seorang Muslim jika belum mampu bersedekah?”.

Sambil menatap wajah sahabatnya itu, Rasulullah menjawab, “Hendaklah ia bekerja sehingga bermanfaat bagi dirinya sendiri, kemudian dia bisa bersedekah”.

Dengan rasa penasaran, sahabat itu kembali bertanya, “Apa yang mesti dilakukan ketika dia tidak bekerja?”, Rasulullah pun kembali menjawab, “Mengajak orang lain berbuat baik dan membimbing menuju jalan yang benar serta lurus”.

Sekali lagi sahabat itu bertanya, “Andaikata orang itu belum bisa mengajak orang lain untuk melakukan hal yang baik karena sesuatu hal, apa yang harus diperbuat?"

Rasulullah menjawab, "Ia harus menahan diri dari perbuatan buruk karena hal itu juga termasuk sedekah."

Kisah tersebut menunjukkan betapa Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak bersedekah dalam segala situasi.

Semoga kita termasuk orang-orang yang tergerak hatinya untuk bersedekah membantu sesama yang membutuhkan, khususnya bagi mereka yang terdampak pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Hari ke-40 Operasi Ketupat, 5.734 kendaraan diputarbalikkan ke daerah asal

Pewarta:
Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2020