Antisipasi lonjakan pemudik, Pemkab Garut perketat perbatasan

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Petugas memeriksa suhu tubuh pengemudi di Pos Pemeriksaan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Feri Purnama)
Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyiagakan petugas di lapangan untuk memperketat pemeriksaan di daerah perbatasan guna mengantisipasi lonjakan pemudik pada pandemi wabah COVID-19 yang diperkirakan terjadi menjelang Idul Fitri.

"Pemudik itu perkiraan Rabu (berdatangan, red.) setelah PSBB berakhir, meski berakhir akan diperketat," kata Bupati Garut Rudy Gunawan di Garut, Senin.

Ia menuturkan Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang akan menjadi tujuan pemudik saat Idul Fitri, dengan perkiraan angka pemudik ke daerah itu mencapai sekitar 170 ribu orang.

Dia mengatakan sampai dengan saat ini tercatat warga Garut yang pulang dari luar kota 70 ribu orang, sedangkan sisanya akan mulai berdatangan setelah PSBB selesai.

Baca juga: Gugus Tugas kaji potensi arus balik di tengah pandemi COVID-19

Meski PSBB berakhir dan akan terjadi arus mudik ke Garut, kata dia, jajarannya siap melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

"Kami tetap melakukan langkah konkret dalam penanganan virus corona," katanya.

Terkait dengan pemberlakuan mudik lokal, Bupati Rudy Gunawan mengaku masih bingung dalam aturan penerapannya, karena belum ada penjelasan batasan mudik lokal tersebut dari Pemerintah Provinsi Jabar.

"Belum jelas mudik lokal, apakah antarprovinsi, antarkabupaten, atau hanya di dalam kabupaten," katanya.

Baca juga: Satgas gagalkan 16 orang hendak mudik ke Mentawai
Baca juga: Kapolri tegaskan jajarannya tetap dilarang mudik

 

Anggota DPD RI Aceng Fikri terjaring razia Satpol PP

Pewarta:
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2020