Tips berlebaran lewat konferensi video

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Zoom versi baru 5.0 hadir pekan ini, diklaim lebih aman (Antaranews)
Jakarta (ANTARA) - Masyarakat diimbau untuk tidak mudik Lebaran tahun ini demi memutus  penyebaran virus corona, dan mereka diminta untuk berkegiatan di dalam rumah.

Beberapa wilayah di Indonesia yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) meminta warganya untuk tidak mudik dan tidak keluar rumah kecuali untuk bekerja atau kepentingan yang mendesak.

Meski pun tidak bisa bertemu secara fisik tahun ini, Anda tetap bisa bertemu secara digital dengan keluarga, kerabat, dan teman melalui konferensi video (video conference) untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Baca juga: LINE tambah kapasitas panggilan video hingga 200 orang

Baca juga: Messenger Rooms sudah tersedia, begini cara pakainya


Berikut ini tips untuk melakukan konferensi video untuk bersilaturahmi saat Lebaran, dikutip dari berbagai sumber:

1. Tentukan peserta dan aplikasi
Buat janji dengan keluarga, kerabat atau teman untuk bertemu secara virtual saat libur Idul Fitri. Hitung berapa jumlah orang yang ingin bergabung, jumlah peserta yang akan ikut pertemuan virtual akan menentukan aplikasi yang akan digunakan.

Jika anggota keluarga yang akan ikut konferensi video tidak lebih dari delapan orang, pengguna bisa memakai fitur panggilan video dari WhatsApp. Jika berjumlah sepuluh, pertimbangkan Google Duo yang bisa menampung 12 orang.

Jika ingin melakukan konferensi video dengan keluarga besar, misalnya dengan jumlah 50 orang atau lebih, gunakan platform konferensi video yang bisa menampung banyak peserta, antara lain Zoom, LINE dan Google Hangouts Meet.

Pasang hanya aplikasi yang resmi demi menjaga keamanan data, kuasai juga cara memakai fitur-fitur di aplikasi panggilan video tersebut. Pastikan juga sudah menggunakan aplikasi versi terbaru agar bisa mendapatkan fitur keamanan terbaru.

Baca juga: Google Meet rilis tampilan mirip Zoom

2. Perangkat dan aksesori
Pasang aplikasi konferensi video yang sudah dipilih di perangkat seluler, sesuai dengan yang dimiliki. Panggilan video lewat WhatsApp hanya bisa diakses lewat ponsel.

Sementara Zoom, Google Duo, Google Hangouts Meet bisa diakses lewat ponsel maupun laptop dan komputer desktop. Setelah menentukan perangkat, pengguna mungkin akan membutuhkan aksesoris lainnya agar nyaman berjumpa virtual dalam waktu yang lama.

Jika akan menggunakan ponsel, gunakan "phone holder" agar bisa sesekali meletakkan ponsel saat sedang panggilan video. Pengguna juga bisa berinvestasi di earphone atau speaker Bluetooth yang bisa digunakan untuk sambungan telepon agar suara bisa terdengar jelas.

Jika menggunakan laptop atau komputer PC, mungkin pengguna ingin menggunakan web camera terpisah agar kualitas video baik atau speaker Bluetooth.

3. Siapkan tempat dan internet stabil
Sebelum melakukan konferensi video, pastikan sudah memiliki kuota internet dalam jumlah yang cukup. Ada kalanya beberapa ruangan di rumah tidak memiliki sambungan internet yang stabil, cari lokasi di rumah yang mendapatkan koneksi stabil.

Siapkan meja dan kursi di ruangan tersebut agar bisa berkonferensi video dengan lancar.

4. Pakaian rapi
Meski pertemuan virtual ini bersifat santai, tidak seperti rapat virtual bersama mitra kerja, tidak ada salahnya menggunakan pakaian yang rapi, seperti bertamu ketika Lebaran.

5. Tunjukkan kehidupan nyata
Sambil mengobrol secara virtual, tunjukkan juga sedikit keadaan di rumah agar suasana pertemuan lebih santai. Misalnya, biarkan anak melambai ke kamera, atau adakan makan bersama saat konferensi video.

Baca juga: Zoom klarifikasi soal jumlah pengguna aktif harian, bukan 300 juta

Baca juga: Facebook perkenalkan Messenger Rooms saingi Zoom

Baca juga: Menilai keamanan aplikasi panggilan video

Fase kritis COVID-19, pemerintah anjurkan bekerja dari rumah

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2020