Aneka kue dan camilan Lebaran yang menimbulkan rasa nostalgia

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Biskuit Gem Rose (Tangkap layar YouTube Masak.tv)
Jakarta (ANTARA) - Deretan toples berisi aneka kue kering lazim ditemui di rumah-rumah saat Idul Fitri tiba. Camilan ini lezat disantap saat bersilaturahmi ke rumah kerabat dan sahabat usai menunaikan shalat Ied berjamaah.

Selain kue kering populer seperti kue nastar, kastangel dan putri salju, ada bermacam kue atau camilan tradisional penuh nostalgia yang mengingatkan Anda pada kemeriahan hari raya bertahun-tahun lalu.

Baca juga: Menu Ramadhan - Membuat Kaastengels tanpa oven

Baca juga: Rahasia rasa enak kue kering Lebaran buatan sendiri

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by winbinn photography (@winbinn) on


Gem Rose
Kue ini punya tampilan menarik karena dihiasi dengan gula warna-warni, mulai dari putih, hijau, kuning hingga merah muda. Renyahnya biskuit dipadu dengan manisnya gula yang menghiasi tiap potong. Anak-anak yang suka rasa manis dan visual menarik dari Gem Rose biasanya menyantap gula di bagian atasnya saja.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by OLEH OLEH KOTA MALANG (@jajanan.malang) on


Cokelat payung
Siapa yang tak suka cokelat, apalagi bila dikemas menggemaskan. Seperti namanya, cokelat payung adalah cokelat berbentuk kerucut seperti payung, lengkap dengan gagang kecil di ujungnya. Cokelat ini hadir di berbagai kesempatan istimewa, seperti acara ulang tahun hingga Idul Fitri.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by MAK FRIDA (@fridajoincoffee) on


Kembang goyang
Kue tradisional Betawi ini dibuat dari tepung beras. Seperti namanya, bentuknya memang menyerupai kembang yang sedang mekar. Selain disuguhkan saat Lebaran, kembang goyang juga biasanya dibuat untuk acara-acara hajatan.

Baca juga: Menu Ramadan - Putri Salju Pandan

Baca juga: Menu Ramadan - Chocolate Chip Cookies

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Agen Keripik Bawang (@kinaracorner.id) on


Keripik bawang
Keripik bawang yang renyah membuat mulut tak bisa berhenti mengunyah. Makanan yang membuat ketagihan ini salah satu camilan simpel yang bisa dinikmati langsung atau dipadukan dengan semangkuk bakso panas, atau bahkan nasi dengan lauk pauknya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Rahman ???????? (@rhmankml) on


Rengginang
Kudapan yang dibuat dari beras ketan ini biasanya diletakkan dalam toples yang tersaji di atas meja makan. Rengginang adalah kudapan lezat yang biasanya tak pernah absen saat Lebaran.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by MUARA ENIM SUMATERA SELATAN (@muaraenimcom) on


Lemang
Hidangan tradisional dari beras ketan ini biasanya dinikmati saat Lebaran oleh masyarakat Provinsi Jambi. Kue lemang dibuat dengan menggunakan media bambu. Prosesnya tak sembarangan. Bambu yang dipakai harus pas, di mana ujungnya tak terlalu tebal agar ketan di dalamnya bisa matang secara merata.

Baca juga: Menu Lebaran - Biksuit Pasir khas Mesir

Baca juga: Menu Ramadhan - Rainbow Crispy Treats

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by BUNGA RIADIANI ????????- ????JKT(IND) (@bubueataway) on


Tapai ketan
Makanan manis dan segar ini biasanya dibungkus dengan daun jambu, lalu "dikunci" dengan sebatang lidi yang pendek. Ada tapai yang isinya terdiri dari ketan putih yang diberi pewarna pandan sehingga berwarna hijau, ada juga tapai yang isinya ketan hitam.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Fuji Ava (@fuji_ava) on


Opak
Kudapan renyah serupa kerupuk yang jadi dagangan Euis di serial terkenal "Keluarga Cemara" juga biasa disantap jelang hari Lebaran. Jajanan dari beras ini salah satu camilan yang wajib ada setiap Idul Fitri tiba.
 
 
 
 
 

Jojorong

Peminat kue kering khas Lebaran di tengah COVID-19

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020