Banda Aceh serukan prokes saat beribadah selama Ramadhan

Foreign envoys wish Indonesian Muslims a happy, peaceful Eid al-Fitr
Dokumen - Umat Islam melaksanakan shalat Jumat berjamaah dengan menerapkan jaga jarak di Masjid Pusdai, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/6/2020) ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Banda Aceh (ANTARA) - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh mengeluarkan seruan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) saat beribadah selama Ramadhan 1442 hijriah termasuk ketika melaksanakan shalat tarawih.

"BKM masjid kita minta dapat memastikan fasilitas ibadah bersih, mengarahkan jamaah menggunakan masker. Kemudian mengatur tata laksana berwudhuk sesuai dengan prokes," kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman di Banda Aceh, Jumat.

Baca juga: Simak imsakiah puasa Ramadhan 1442 H seluruh wilayah Indonesia

Aminullah mengatakan, dalam rapat bersama dengan Forkopimda, mereka juga membahas tentang tata laksana ibadah selama bulan puasa.

Masjid dan mushala diminta dapat memastikan berjalannya prokes agar para jamaah merasa aman dan nyaman menjalankan ibadah mengingat saat ini pandemi COVID-19 belum mereda.

Baca juga: LAPAN perkirakan awal Ramadhan bakal seragam ditetapkan 13 April

Kata Aminullah, butir-butir dalam seruan bersama harus berjalan sesuai yang diinginkan, para camat se Banda Aceh juga diminta gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

"Jika sudah final poin-poinnya, seruan bersama ini harus tersosialisasi dengan baik. Jika perlu kita tempelkan di masjid-masjid dan fasilitas publik lainnya agar tersampaikan ke masyarakat dengan baik," ujarnya.

Baca juga: Tempat hiburan malam Batam tutup tujuh hari hormati Ramadhan 1442 H

Aminullah menyebutkan, adapun beberapa poin yang sedang dibuatkan adalah menjaga kebersihan, selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dalam aktifitas luar rumah dan selalu memakai masker. Sedangkan bagi warga yang memiliki penyakit menular, dilarang salat berjamaah di masjid atau mushala.

Kemudian, mencegah jamaah yang terindikasi tidak sehat atau mengindap penyakit menular untuk tidak ikut ibadah berjamaah.

Selanjutnya, untuk pengusaha rumah makan, cafe, mall/super market, hotel dan tempat hiburan dilarang menjual makanan dan minuman untuk umum mulai imsak sampai pukul 16.30 WIB.

"Kita juga minta semua jenis usaha dan jasa ditutup mulai salat isya sampai selesai shalat tarawih, dapat dibuka kembali khusus pada bulan Ramadhan mulai pukul 21.30 hingga 24.00 WIB," kata Aminullah.

Selain itu, lanjut Aminullah, Forkopimda juga melarang aktivitas karaoke, mengoperasikan permainan billyard, playstation, berbagai jenis game online dan hiburan lainnya selama bulan suci Ramadhan.

Seluruh hotel, wisma dan penginapan dilarang menyediakan makanan dan minuman kepada tamu yang menginap sejak dari imsak sampai dengan saat berbuka puasa.

"Bagi pedagang, dilarang menggunakan pengeras suara karena dapat mengganggu ketentraman dan kekusyukan beribadah," ujar mantan Direktur Bank Aceh ini.
 

Jelang Lebaran, Banda Aceh gencar gelar razia protokol kesehatan

Pewarta:
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
Copyright © ANTARA 2021