Ini kebiasaan berbuka puasa di Pulau Sabira

Homecoming ban intended to avert spike in COVID-19 cases: spokesman
Warga Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta berbuka puasa pada Jumat (30/4/2021). ANTARA/Abdu Faisal.
Jakarta (ANTARA) - Warga Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta memiliki kebiasaan unik ketika menyiapkan makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Lurah Pulau Harapan Yusup mengatakan makanan itu diserahkan oleh sepuluh kepala keluarga (KK) secara bergiliran setiap harinya kepada pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Jami' Nurul Bahri.

"Kebiasaan di Pulau Sabira itu ada yang mengantarkan takjil (makanan dan minuman untuk berbuka puasa) sore harinya itu sepuluh rumah atau sepuluh KK," kata Yusup kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Nantinya, kata Yusup, warga yang mengantarkan makanan dan minuman untuk berbuka puasa tadi dianjurkan pula oleh pengurus DKM untuk berbuka puasa di masjid.

Oleh karena itu, katanya, saat berbuka puasa itu bisa memunculkan rasa persaudaraan di antara warga Pulau Sabira.

Baca juga: Anies menginap di "Sang Penjaga Utara"

Kendati, Pulau Sabira sudah bukan zona merah lagi, Yusuf mengatakan protokol kesehatan masih terus menjadi perhatian warga di pulau yang paling utara Provinsi DKI Jakarta itu.

Warga berinisiatif menyiapkan sarana mencuci tangan di depan masjid, mereka juga menjaga jarak dan tidak duduk merapat.

"Warga tetap dengan protokol kesehatan. Terus, waktu berbuka puasa itu tidak ada siraman rohani, paling cuma ada doa bersama, bedug, azan, lalu buka (puasa)," kata Yusup.

Yusup menambahkan dirinya juga sangat antusias ketika momen berbuka puasa di masjid karena makanannya beragam dan khas buatan tangan warga Sabira seperti barongko.

"Yang sudah otomatis ada itu es, es buah terus es campur, lalu makan khas di sini seperti barongko itu ada," kata Yusup.

Baca juga: Anies Baswedan berangkat menuju Kepulauan Seribu

Barongko sebetulnya panganan asli masyarakat Bugis, Makassar. Namun uniknya, makanan itu ada di DKI Jakarta.

Yusup mengatakan barongko itu sudah jadi makanan khas di Pulau Sabira juga, karena penduduk Sabira mayoritas suku Bugis.

"Ya karena di sini dulu masyarakat awalnya pelaut dari sana (Makassar), jadi memang barongko itu juga ada di sini," kata Yusup.

Barongko adalah makanan yang memiliki rasa manis dan dibungkus dengan daun pisang.

Tekstur barongko lembut di mulut, seperti puding dan rasanya juga mengenyangkan karena terbuat dari bahan dasar pisang dan telur ayam.

Baca juga: Buka puasa rasa pasar malam di pusat Jakarta

 

Layani masyarakat, DKI tiru buka puasa di Makkah dan Madinah

Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2021