Menhub apresiasi Pelni atas pelayanan di masa peniadaan mudik

Foreign envoys wish Indonesian Muslims a happy, peaceful Eid al-Fitr
Dokumentasi - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membagikan masker kepada petugas Pelni di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (30/10/2020). ANTARA/HO-BKIP Kemenhub.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) atas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat di masa peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

"Pastikan bahwa walau ada kebijakan peniadaan mudik, kita tetap memberikan pelayanan yang baik bagi mereka para pelaku perjalanan yang dikecualikan,” kata Budi Karya dalam pernyataan pers di Jakarta, Selasa.

Budi Karya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan stakeholder kepelabuhan yang secara konsisten melaksanakan kegiatan operasional dengan baik.

Hingga hari ke-6 sejak masa peniadaan mudik yang diberlakukan pada 6 Mei 2021, PT Pelni hanya mengangkut sebanyak 1.992 penumpang non mudik memenuhi ketentuan perjalanan yang diatur dalam Surat Edaran Kasatgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Sementara itu Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taufik menyampaikan kunjungan Menhub ke KM Nggapulu yang didampingi oleh Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L. Tobing, untuk memastikan pelayanan di masa peniadaan mudik Lebaran tahun ini.

“Pak Menhub meninjau langsung kesiapan dan pelayanan transportasi laut di masa peniadaan mudik lebaran, salah satunya di KM Nggapulu yang akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Fakfak pada hari ini,” kata Opik.

Tercatat oleh perusahaan, KM Nggapulu yang akan diberangkatkan pada Selasa (11/5) membawa penumpang nonmudik dari Tanjung Priok menuju Fakfak sebanyak 17 penumpang, Baubau sebanyak tiga penumpang dan Kaimana satu orang penumpang.

“Angka penumpang ini memang kecil, karena kami berkomitmen untuk menerapkan masa peniadaan mudik terhitung mulai 6 - 17 Mei sesuai dengan SE Kasatgas Covid-19 No.13 Tahun 2021,” jelasnya.

Selama masa pengetatan pra mudik 22 April - 5 Mei 2021, Pelni telah mengantarkan sebanyak 63.535 penumpang kapal penumpang dan 24.001 penumpang kapal perintis.

Hingga hari keenam masa peniadaan mudik lebaran, perusahaan hanya membawa penumpang nonmudik sebanyak 1.992 penumpang kapal penumpang dengan ruas terpadat Jayapura – Biak. Jika dibandingkan pada tahun 2019, jumlah penumpang mengalami penurunan sebanyak 98 persen pada periode yang sama.

“Sedangkan untuk kapal perintis, Perusahaan telah mengantarkan penumpang di daerah 3TP sebanyak 5.064 penumpang,” katanya.

Kemudian jika dibandingkan dengan tahun 2020 periode yang sama, jumlah penumpang pada kapal penumpang tahun 2021 naik hingga 848 persen dengan jumlah penumpang sebanyak 210 di tahun 2020 dan untuk penumpang kapal perintis naik 586 persen dengan jumlah penumpang 738. Kenaikan tersebut terjadi karena pada tahun 2020, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020, PT Pelni tidak mengoperasikan armada kapalnya untuk transportasi lebaran.

Ia menambahkan, Pelni akan terus mengawasi dan melakukan evaluasi setiap perjalanan penumpang sesuai dengan persyaratan non-mudik di masa peniadaan mudik ini.

“Kami juga akan memperketat protokol kesehatan sesuai dengan prosedur yang berlaku di Perusahaan. Penyemprotan disinfektan juga kami lakukan, untuk menjaga agar kapal tetap steril pada setiap keberangkatannya,” ujarnya.

Sebagai informasi, KM Nggapulu adalah satu dari 26 kapal penumpang milik PT Pelni dengan kapasitas 2.000 pax yang melayani rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Ambon – Banda – Tual – Dobo – Kaimana – Fakfak (PP).

Baca juga: Angkutan barang PELNI naik 70 persen di masa peniadaan mudik
Baca juga: Tingkatkan muatan balik, Pelni ajak pemda genjot komoditas unggulan
Baca juga: Jelang Lebaran, Pelni siapkan kapal penumpang dengan syarat tertentu

Menhub akan buktikan kecemerlangan Pelabuhan Anggrek Gorontalo

Pewarta:
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2021