Kabupaten Agam (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengebut pembangunan jembatan aramco di Kilometer 74, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) yang ditargetkan selesai menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

"Alhamdulillah pengerjaan terus kita lakukan dan mungkin dua minggu lagi akan selesai," kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Kabupaten Agam, Rabu.

Hal tersebut Menteri PU sampaikan saat bersama Gubernur Sumbar, Wakil Ketua Komisi VI dan Bupati Agam meninjau langsung perkembangan pembangunan sejumlah infrastruktur yang terdampak akibat bencana alam yang terjadi di akhir November 2025.

Dalam kunjungan itu Menteri PU menerima laporan progres pengerjaan fisik termasuk upaya-upaya percepatan yang akan dilakukan menjelang bulan puasa. Peninjauan itu guna memastikan pengerjaan infrastruktur berupa jembatan dan jalan yang terputus secepatnya pulih.

Dody mengatakan di awal-awal bencana terjadi dirinya bersama pemangku kepentingan langsung meninjau kerusakan infrastruktur yang terjadi di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera, termasuk Provinsi Sumbar. Khusus di Kabupaten Agam, pada awalnya Kementerian PU mendapat arahan untuk membangun satu jembatan permanen.

Namun, melihat kondisi di lapangan serta tingginya mobilitas warga di Kecamatan Malalak, Dody memutuskan untuk membangun jembatan bailey tepat di sebelah jembatan aramco kilometer 74 yang saat ini dalam tahap penyelesaian.

"Waktu itu sih sebenarnya cuma hanya ada satu arahan untuk bikin jembatan permanen. Cuma saya lihat di sana banyak masyarakat yang terdampak jembatan putus, akhirnya saya minta kepala balai juga bikin jembatan bailey," ujar dia.

Ia mengatakan keberadaan jembatan sementara itu sangat penting dan mendesak agar masyarakat yang bermukim di atas kilometer 74 tetap terhubung ke luar. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena merupakan satu-satunya akses masyarakat yang ingin menuju Kota Bukittinggi maupun ke Kota Padang.

"Jadi, paling tidak pasokan dan urusan logistik untuk masyarakat di perkampungan di atas sana tidak terputus dulu," ujar dia.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026