“Yang penting isiannya bagus untuk anak tersebut, bukan hanya isinya tepung saja,” kata Prof. Rini saat ditemui ANTARA di Jakarta, Kamis.
Prof. Rini menekankan anak-anak yang baru belajar biasanya membutuhkan asupan makanan lebih cepat karena akan berpuasa dalam beberapa babak. Makanan yang bergizi dan higienis akan membantu anak tidak merasa lemas selama menjalani ibadah tersebut.
Baca juga: Nikita Willy mulai kenalkan puasa pada anak dengan penuh kesadaran
Baik makanan berat maupun camilan yang disajikan pada anak-anak harus memuat karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Camilan yang menurutnya mudah diberikan seperti susu dan buah.
Susu mengandung kalsium yang baik, sementara buah memiliki macam-macam jenis vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Buah-buahan juga disebutnya lebih baik dibanding camilan yang mengandung tinggi gula.
Sedangkan dalam jenis makanan, orang tua dapat membuat otak-otak atau siomay yang terbuat dari adonan tepung dicampur dengan berbagai macam protein seperti ikan.
Baca juga: Tips orang tua mengenalkan puasa Ramadan pada anak sesuai usia
Protein juga dapat diolah dalam bentuk dimsum yang memiliki aneka macam isian.
"Bentuk proteinnya yang diolah ya, misalnya kayak makanan otak-otak, itu kan ada karbohidrat, ada protein. Siomay boleh, tapi isinya yang benar. Seperti dimsum boleh, itu boleh diberikan. Yang penting isinya bagus untuk anak tersebut, bukan hanya isinya tepung saja," katanya.
Baca juga: Cara mengajarkan puasa pada anak, bertahap dan tanpa tekanan
Hal lain yang disampaikan dokter yang praktik di RSIA Bunda Jakarta itu adalah dalam bidang kedokteran tidak ada batasan usia spesifik bagi anak untuk mulai belajar berpuasa. Namun, dalam ajaran agama Islam, Rini menyebut anak boleh berpuasa mulai usia 7 tahun.
Orang tua, katanya, juga tidak boleh memaksa anaknya untuk berpuasa karena butuh waktu secara bertahap sambil memberikan pemahaman dari esensi ibadah itu sendiri.
Baca juga: Orang tua diminta waspada tanda anak belum siap berpuasa
Baca juga: Sejumlah dampak pada anak tidak lakukan sahur saat puasa
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026