Perjuangan Masjid BJTB hadapi premanisme di kolong Tol Buah Batu
- 12 jam lalu
Seorang anak berjalan memasuki Masjid Baiturrahman, Desa Tambakrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026). Masjid tua yang dibangun pada dekade 1830-an oleh panglima kepercayaan Pangeran Diponegoro sekaligus mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Kiai Abdurrahman tersebut memiliki ciri khas ornamen berbentuk lingkaran dan terdapat lafaz Lillah di berbagai sisi masjid yang bermakna ketauhidan sebagai simbol dakwah Tarekat Naqsyabandiyah. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/bar
Seorang anak berjalan memasuki Masjid Baiturrahman, Desa Tambakrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026). Masjid tua yang dibangun pada dekade 1830-an oleh panglima kepercayaan Pangeran Diponegoro sekaligus mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Kiai Abdurrahman tersebut memiliki ciri khas ornamen berbentuk lingkaran dan terdapat lafaz Lillah di berbagai sisi masjid yang bermakna ketauhidan sebagai simbol dakwah Tarekat Naqsyabandiyah. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/bar
Warga mengumandangkan azan di Masjid Baiturrahman, Desa Tambakrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026). Masjid tua yang dibangun pada dekade 1830-an oleh panglima kepercayaan Pangeran Diponegoro sekaligus mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Kiai Abdurrahman tersebut memiliki ciri khas ornamen berbentuk lingkaran dan terdapat lafaz Lillah di berbagai sisi masjid yang bermakna ketauhidan sebagai simbol dakwah Tarekat Naqsyabandiyah. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/bar