Ramadhan 2026

Melihat Masjid tua Tarekat Naqsyabandiyah berusia nyaris dua abad di Kediri

  • Kamis, 5 Maret 2026 09:35 WIB

Seorang anak berjalan memasuki Masjid Baiturrahman, Desa Tambakrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026). Masjid tua yang dibangun pada dekade 1830-an oleh panglima kepercayaan Pangeran Diponegoro sekaligus mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Kiai Abdurrahman tersebut memiliki ciri khas ornamen berbentuk lingkaran dan terdapat lafaz Lillah di berbagai sisi masjid yang bermakna ketauhidan sebagai simbol dakwah Tarekat Naqsyabandiyah. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/bar

Seorang anak berjalan memasuki Masjid Baiturrahman, Desa Tambakrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026). Masjid tua yang dibangun pada dekade 1830-an oleh panglima kepercayaan Pangeran Diponegoro sekaligus mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Kiai Abdurrahman tersebut memiliki ciri khas ornamen berbentuk lingkaran dan terdapat lafaz Lillah di berbagai sisi masjid yang bermakna ketauhidan sebagai simbol dakwah Tarekat Naqsyabandiyah. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/bar

Warga mengumandangkan azan di Masjid Baiturrahman, Desa Tambakrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026). Masjid tua yang dibangun pada dekade 1830-an oleh panglima kepercayaan Pangeran Diponegoro sekaligus mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Kiai Abdurrahman tersebut memiliki ciri khas ornamen berbentuk lingkaran dan terdapat lafaz Lillah di berbagai sisi masjid yang bermakna ketauhidan sebagai simbol dakwah Tarekat Naqsyabandiyah. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/bar

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait