Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menyebutkan sinergi dengan elemen masyarakat di ibu kota dan sekitarnya cukup ampuh dalam meredam tawuran selama bulan suci Ramadhan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Selasa, mengatakan upaya nyata tersebut diperkuat melalui deklarasi "Jaga Jakarta" oleh berbagai komunitas masyarakat dalam Apel Kamtibmas pada 14 Februari 2026, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan Satgas Anti Tawuran oleh Kapolda Metro Jaya.

"Langkah ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan visi antara aparat penegak hukum dan warga demi keamanan lingkungan," kata Budi.

Dia menegaskan fokus utama Satgas Anti Tawuran, yakni mengedepankan tindakan preventif dan humanis melalui kolaborasi patroli warga serta patroli mobile dari satuan Brimob dan Sabhara.

"Sepanjang periode 12 hingga 23 Februari 2026, petugas secara intensif menyisir titik-titik rawan untuk membubarkan kerumunan remaja yang terindikasi hendak melakukan aksi tawuran," ujar Budi.

Menurut dia, pendekatan tersebut juga terbukti efektif dalam memetakan potensi gangguan keamanan sebelum pecah menjadi konflik fisik di jalanan.

Baca juga: Personel gabungan perketat patroli titik rawan di Cakung saat Ramadhan

Tak hanya peran kepolisian, keterlibatan aktif warga juga disebut mampu menggagalkan rencana tawuran sekelompok remaja dengan menyerahkan pelaku tawuran ke pihak kepolisian.

"Bapak Kapolda sangat mengapresiasi kolaborasi aktif masyarakat. Pendekatan kita kali ini sangat humanis, namun tetap tegas," tutur Budi.

Dia menuturkan jika pada Januari lalu tercatat ada tiga korban jiwa akibat tawuran, maka selama masa Ramadhan di bawah pengawasan Satgas tersebut, angka korban jiwa menjadi nihil, dan ini dianggap sebagai peningkatan yang signifikan.

"Ini adalah keberhasilan kolektif antara Polri dan warga dalam menjaga marwah bulan suci," ucap Budi.

Polda Metro Jaya pun memastikan upaya preventif dan patroli gabungan itu terus diintensifkan secara berkelanjutan.

Dengan begitu, tren penurunan angka tawuran di Jakarta dan wilayah penyangga lainnya dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman.

"Sinergi antara Brimob, Sabhara, dan warga kini menjadi formula kunci dalam menciptakan stabilitas kamtibmas yang modern dan berbasis komunitas," pungkas Budi. 

Baca juga: Orang tua diminta berperan hindarkan anak terlibat tawuran 

Baca juga: Lokasi rawan tawuran di Jakarta terus diawasi selama Ramadhan

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026