Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Perhubungan memperketat verifikasi terhadap peserta program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta 2026 untuk mencegah pendaftar ganda.

"Kami melakukan verifikasi ketat terhadap peserta program Mudik Gratis Pemprov DKI 2026. Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya pendaftaran ganda serta memastikan kuota tepat sasaran bagi warga ber-KTP DKI Jakarta," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjuntak saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dia menyebutkan proses pendaftaran telah dibuka secara daring sejak 22 Februari 2026 melalui laman resmi mudikgratis.jakarta.go.id. Namun, perlu tahapan verifikasi langsung selain pendaftaran secara online.

Menurut Harlem, warga yang hadir untuk verifikasi merupakan peserta yang sebelumnya telah mengisi data secara daring.

Pada tahap tersebut, petugas mencocokkan data yang telah dimasukkan secara daring dengan dokumen asli yang dibawa peserta.

"Peserta wajib membawa KTP dan KK asli untuk dicocokkan dengan data saat pendaftaran. Jika ditemukan pendaftaran ganda pada program mudik lain, maka pendaftaran akan otomatis dibatalkan dan keputusan tersebut bersifat final," jelas Harlem.

Selain KTP dan Kartu Keluarga (KK), peserta yang mendaftarkan sepeda motor untuk diangkut juga diwajibkan membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Kelengkapan administrasi menjadi syarat mutlak agar tiket keberangkatan dapat diterbitkan," tegas Harlem.

Selain itu, dia mengatakan sistem verifikasi itu dirancang untuk menjaga ketertiban serta mencegah praktik tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan peserta lain.

Melihat tingginya minat masyarakat terhadap program Mudik Gratis, kata dia, pengawasan pun diperketat agar distribusi kuota berlangsung adil dan transparan.

Baca juga: Pemprov DKI berlakukan verifikasi ulang tiket mudik gratis

Seperti diketahui, program Mudik Gratis Pemprov DKI tahun ini dibagi menjadi tiga kluster tujuan. Kluster pertama meliputi Solo, Tasikmalaya, Palembang, Madiun, Sragen, dan Cilacap, dengan masa pendaftaran 22-24 Februari 2026.

Kluster kedua mencakup Yogyakarta, Kuningan, Lampung, Tegal, Kebumen, Jombang, dan Pekalongan, dengan pendaftaran pada 25-27 Februari 2026.

Sementara kluster ketiga meliputi Wonogiri, Kediri, Malang, Wonosobo, Purwokerto, Semarang, dan Sidoarjo, dengan pendaftaran pada 28 Februari-2 Maret 2026.

Pelaksanaan verifikasi juga dilakukan sesuai kluster. Kluster pertama berlangsung pada 25-27 Februari 2026, kluster kedua pada 28 Februari-2 Maret 2026, dan kluster ketiga pada 3-5 Maret 2026.

Peserta yang tidak hadir pada jadwal verifikasi akan dianggap mengundurkan diri, sehingga kuotanya dapat dialihkan kepada pendaftar lain.

Untuk memudahkan akses informasi, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur membuka layanan pusat panggilan melalui nomor 0895-4032-66691.

"Warga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk menanyakan teknis pendaftaran, jadwal verifikasi, hingga mekanisme keberangkatan," terang Harlem.

Dia pun berharap seluruh peserta mematuhi aturan yang telah ditetapkan, dan menekankan ketertiban administrasi merupakan kunci agar program Mudik Gratis berjalan lancar.

"Saya berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian program dengan tertib, sehingga perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman serta seluruh pemudik dapat tiba di kampung halaman dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga," ungkap Harlem. 

Baca juga: Warga luar Jakarta bisa ikut program Mudik Gratis DKI 

Baca juga: Dishub DKI imbau masyarakat ikuti seluruh tahapan program Mudik Gratis

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026