Hal tersebut disampaikan Pratikno setelah menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan meninjau kesiapan arus mudik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jumat.
Baca juga: EWS dan pusat panggilan 112 disiapkan untuk mitigasi selama Lebaran
"Berdasarkan perkiraan, pergerakan masyarakat mencapai lebih dari 143 juta orang, bahkan survei kementerian memperlihatkan potensi yang lebih tinggi lagi. Dengan bentang waktu libur yang cukup panjang, kami mengharapkan ada distribusi mudik yang tidak tertumpu pada hari puncak," kata Pratikno.
Ia menjelaskan rentang waktu libur yang panjang ini didukung oleh kebijakan akhir pekan yang bersambung dengan sistem kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), cuti bersama, perayaan Hari Raya Nyepi, hingga Idul Fitri.
Penerapan skema kerja fleksibel (kerja dari mana saja/WFA) dan penyesuaian jadwal masuk sekolah yang berlangsung hingga 30 Maret diharapkan mampu mengurai kepadatan, baik pada arus mudik maupun arus balik.
Terkait kesiapan infrastruktur dan layanan, Menko PMK memastikan seluruh pihak terkait telah menyatakan kesiapannya. Ia menyebutkan banyak inovasi yang dihadirkan pada pelayanan tahun ini untuk mempertahankan tingkat kepuasan publik yang dinilai sangat tinggi pada tahun sebelumnya.
Baca juga: H-8 Lebaran 2026, 45 ribu orang tinggalkan Jakarta naik kereta
Baca juga: KAI sebut 16-20 Maret jadi tanggal favorit mudik Lebaran dari Jakarta
Meski seluruh persiapan telah matang, Pratikno menekankan pentingnya antisipasi terhadap hal-hal yang tidak terduga di lapangan, seperti kondisi cuaca ekstrem.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi, bekerja secara responsif, dan memberikan pelayanan yang ramah kepada pemudik.
"Ini adalah kerja kita bersama. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti aturan pemerintah dan arahan dari petugas di lapangan, supaya arus mudik dan balik bisa berjalan dengan aman, nyaman, lancar, dan selamat," ujarnya.
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026