"Sebagaimana yang sudah kami sampaikan pada saat Sidang Kabinet Paripurna dipimpin oleh Bapak Presiden, bahwa kami semua pemerintah telah bekerja keras untuk mengantisipasi dan memastikan seluruh kegiatan mudik, pulang kampung dapat berjalan dengan baik dan lancar," ujar Prasetyo di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa.
Pemerintah, kata dia, terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan arus mudik dan kegiatan pulang kampung dapat berlangsung dengan baik di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir Ramadhan.
Meski demikian, pemerintah mengakui adanya sejumlah kendala di lapangan, termasuk penumpukan kendaraan akibat tingginya volume lalu lintas di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Atas kondisi tersebut, Prasetyo pun menyampaikan permohonan maaf dan memastikan bahwa pemantauan terus dilakukan secara intensif.
"Memang ada beberapa kejadian yang apa namanya kami mohon maaf, ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk itu," kata dia.
Prasetyo mengatakan petugas di lapangan terus bekerja untuk mencari solusi guna mengurangi kemacetan dan antrean yang terjadi.
"Sepenuhnya kita melakukan terus monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras untuk mencari solusi supaya bisa bisa mengurangi kemacetan-kemacetan dan antrean-antrean," pungkasnya.
Presiden Prabowo Subianto, saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), meminta agar persiapan Lebaran dimatangkan.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan beberapa hal terkait dengan mudik Lebaran 2026 yang tidak lama lagi akan berlangsung.
"Pertama, saya minta Menteri Perhubungan untuk memastikan bahwa kebijakan diskon harga bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, baik diskon tiket di pesawat, kereta api, kapal laut, dan jalan tol, dan memastikan pelayanan yang baik di setiap tempat," ujar Prabowo.
Presiden juga meminta kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengerahkan sarana yang dimiliki oleh TNI dan Polri untuk membantu kelancaran mudik.
Kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk memberikan tambahan bantuan pangan kepada 36 juta keluarga penerima manfaat desil 1, 2, 3, dan 4 agar dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, Prabowo meminta bantuan sosial reguler dapat disalurkan dengan tepat waktu.
Dari sisi ketenagakerjaan, Prabowo menekankan bahwa pemberian tunjangan hari raya (THR) untuk ASN pusat dan daerah dapat dilaksanakan tepat waktu.
Pemberian bonus hari raya kepada pekerja sektor transportasi daring juga mendapat perhatian khusus dari Prabowo.
"Bonus hari raya untuk pekerja sektor transportasi online, yakinkan bahwa yang kita tentukan harus sampai ke mereka, yaitu antara Rp400 ribu sampai dengan Rp1,6 juta per orang. Kita juga bersyukur baru di pemerintahan kita pengemudi online mendapat bonus hari raya," ucap Presiden.
Dari sisi ketersediaan pangan, Prabowo meminta kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar pasokan pangan stabil dan aman sehingga harga dapat terjaga.
Kepala Negara berharap mudik tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan dapat menghidupkan seluruh sektor perekonomian.
Pewarta: Fathur Rochman/Maria Cicilia Galuh
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026