“Sudah kita finalkan, kita rumuskan. Secara umum hampir semua menteri sudah menyampaikan kebutuhannya,”Jakarta (ANTARA) - Pemerintah masih menahan keputusan terkait rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tahun ini karena menunggu penetapan sektor prioritas yang harus dipenuhi lebih dahulu.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rencana rekrutmen ASN, termasuk kemungkinan dibukanya seleksi calon ASN (CASN), sejatinya telah dirumuskan. Bahkan, hampir seluruh kementerian telah menyampaikan kebutuhan pegawai di instansinya masing-masing.
“Sudah kita finalkan, kita rumuskan. Secara umum hampir semua menteri sudah menyampaikan kebutuhannya,” kata Prasetyo usai rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa.
Namun demikian, pemerintah belum dapat menetapkan jumlah formasi secara rinci karena pembahasan masih difokuskan pada penentuan prioritas kebutuhan. Menurutnya, langkah ini penting agar rekrutmen ASN benar-benar menjawab kebutuhan paling mendesak.
“Kami belum bisa menyampaikan angka secara detail karena masih melihat prioritas-prioritas terlebih dahulu yang harus kita penuhi,” ujarnya.
Selain faktor prioritas, pemerintah juga mempertimbangkan kemampuan fiskal negara dalam menentukan jumlah rekrutmen. Hal ini dilakukan agar kebijakan penambahan ASN tetap sejalan dengan kondisi keuangan negara.
Di sisi lain, pemetaan kebutuhan ASN terus dilakukan secara paralel. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah meminta seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan pegawai.
Pemerintah pusat juga melakukan pemetaan terhadap ASN yang sudah ada guna mengetahui distribusi serta kekurangan pegawai secara lebih akurat.
“Ini sedang dicari titik temunya, terutama kalau berbicara soal jumlah,” kata Prasetyo.
Baca juga: Pemerintah tunda pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza
Baca juga: Prasetyo: Pemerintah godok efisiensi anggaran bagi ASN
Baca juga: Istana: Pemerintah kerja keras pastikan mudik berjalan aman dan lancar
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026