Ada banyak manfaat yang didapatkan, selain membantu masyarakat mudik aman, nyaman, juga membantu dalam mengurai kemacetan arus lalulintas karena kepadatan kendaraan yang digunakan saat akan mudik
Makassar (ANTARA) - Komando Daerah Militer Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) menyiapkan kapal perang KRI Marlin-877 untuk sarana angkutan pulang kampung (mudik) gratis bagi warga untuk rute Kota Makassar - Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz di Makassar, Kamis, mengatakan mudik gratis yang dihadirkan itu adalah kegiatan spontanitas setelah TNI AL banyak menerima keluhan warga terkait meningkatnya permintaan kapal laut ke Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Ini adalah spontanitas dan bukan program. Kalau program itu disiapkan jauh-jauh hari, tapi ini spontanitas saja karena ada banyak keluhan warga yang mau mudik sementara kapal lautnya terbatas, jadi kami menyiapkan kapal perangnya," ucap Andi Abdul Azis.

Baca juga: 707 pemudik diangkut kapal perang tiba di Semarang

Ia menegaskan KRI Marlin-877 dikerahkan bukan hanya untuk patroli kedaulatan, tetapi juga untuk misi kemanusiaan yang nyata.

​"TNI Angkatan Laut adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat. Mudik gratis ini adalah wujud nyata bakti kami untuk memastikan saudara-saudara kita di Selayar bisa merayakan momen Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M bersama keluarga dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya," katanya.

Baca juga: Baznas RI-TNI AL berangkatkan 1.448 pemudik dengan kapal perang

KRI Marlin-877 yang mengangkut seratusan warga Makassar mudik ke Selayar di Dermaga Mako Kodaeral VI Makassar, Kamis (19/3/2026). ANTARA/Muh Hasanuddin
Ia menyatakan KRI Marlin-877 adalah milik rakyat dan penggunaannya pun untuk rakyat seperti menjaga kedaulatan negara dan untuk kegiatan kemanusiaan lainnya tanpa terkecuali layanan mudik gratis.

Andi Abdul Aziz mengakui penggunaan KRI Marlin-877 untuk mudik gratis dilakukan sebagai solusi konkret bagi masyarakat di tengah tingginya permintaan transportasi laut, karena tidak sedikit juga pemudik yang memberikan masukan untuk dibantu karena keterbatasan angkutan.

Dia juga mengatakan jika mudik gratis menggunakan kapal perang itu untuk membantu pihak kepolisian dalam mengurai kemacetan arus lalu lintas di darat karena banyaknya pergerakan mudik.

"Ada banyak manfaat yang didapatkan, selain membantu masyarakat mudik aman, nyaman, juga membantu dalam mengurai kemacetan arus lalulintas karena kepadatan kendaraan yang digunakan saat akan mudik," ucapnya.

Pelayaran dengan menggunakan KRI Marlin-877 untuk rute Makassar-Selayar ditempuh selama 8 jam perjalanan dengan mengangkut warga yang mendaftar sebanyak 100 orang lebih.

Baca juga: Arus mudik lebaran 2022 di Pelabuhan Makassar meningkat

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026