"Jadi, untuk tujuan itu tergantung jamnya ya. Ada yang ke Jawa Tengah, Jawa Timur sampai Sumatera itu ada. Kalau untuk pagi hari dari jam 5.30 sampai jam 8.00 WIB itu untuk penumpang tujuan Jawa Tengah, kemudian Jawa Barat juga, kemudian pukul 8.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB itu penumpang tujuan Sumatera," kata Revi kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Revi membeberkan selain Yogyakarta, kota lain yang dituju untuk wilayah Jawa seperti Wonosobo, Cilacap, Tegal sampai Pekalongan. Kemudian untuk wilayah Sumatera ada Palembang dan Padang.
Baca juga: Arus mudik dari Jawa menuju Sumbar dan Riau lengang pada H-2 Lebaran
Hingga H-2 Lebaran 2026, ia mengklaim belum ada pemudik yang mengalami kehabisan tiket dari tempatnya itu. Sebaliknya, Pengelola Terminal Kampung Rambutan berupaya mengantisipasinya melalui penyediaan bus tambahan agar pemudik bisa terangkut secara menyeluruh.
"Kita bekerja sama dengan perusahaan otobus untuk menyiapkan bus bantuan. Nanti kendaraannya akan kita cek kelaikannya, setelah itu baru kita izinkan berangkat," ucap dia.
Sejauh ini sudah ada 3 bus tambahan yang berangkat pada Rabu (18/3) yang menjadi puncak dari arus mudik. Ketiga bus itu akan menuju wilayah favorit seperti Yogyakarta, Wonosobo, dan Pekalongan.
Dengan masing-masing bus membawa sekitar 40 penumpang.
Baca juga: PMI beberkan hipertensi dan kolesterol banyak terlacak pada pemudik
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pengelola Terminal Kampung Rambutan sejak pukul 00.00 sampai 13.00 WIB pada Kamis (19/3), sebanyak 1.259 penumpang berangkat dari lokasi tersebut.
Sebanyak 52 bus digunakan untuk mengangkut para penumpang ke destinasi tujuan mereka.
Masyarakat yang ingin membeli tiket dapat langsung mengunjungi situs resmi terminal maupun sejumlah aplikasi daring yang tersedia. Sementara bagi calon penumpang yang mau membeli tiket di tempat bisa di loket maupun mesin tiket yang disediakan di terminal tersebut.
Baca juga: Dishub Bandung: Puncak arus mudik di Nagreg diperkirakan hari ini
Baca juga: Arus mudik makin padat, Jasamarga tambah jalur contraflow di Tol Japek
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026