Penutupan akan kami lakukan mulai 17 Juni
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta baru akan menggencarkan pembangunan sejumlah drainase besar usai Lebaran agar tidak semakin menambah kepadatan lalu lintas selama libur Lebaran.

“Memang sudah ada beberapa yang kami kerjakan. Tetapi sebagian besar, baru akan dilakukan usai Lebaran. Rata-rata untuk pekerjaan dengan skala cukup besar,” kata Kepala Bidang Drainase dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, sejumlah pekerjaan perbaikan drainase yang akan dilakukan usai Lebaran di antaranya drainase Indraprasta, drainase di Jalan Prof Dr Soepomo, drainase di Jalan Mondorakan, dan drainase di sirip-sirip Jalan Malioboro.

Aki menyebut pekerjaan pembangunan drainase tersebut harus dilakukan dengan menutup jalan, baik menutup jalan secara total maupun sebagian. “Sehingga memang harus dilakukan usai Lebaran agar tidak semakin menambah kepadatan lalu lintas,” katanya.

Pada saat pekerjaan pembangunan drainase di Indraprasta, akan dilakukan penutupan jalan sebagian dari simpang empat Jlagran atau di Jembatan Peta. Kendaraan tidak diperbolehkan melaju ke arah barat atau menuju Jalan HOS Cokroaminoto.

“Penutupan akan kami lakukan mulai 17 Juni. Dengan demikian, kendaraan hanya boleh melintas ke arah timur,” katanya terkait proyek drainase dengan alokasi anggaran sekitar Rp5,8 miliar itu.

Sedangkan untuk drainase di Jalan Prof Dr Soepomo dan Mondorakan juga akan dilakukan penutupan jalan. Saat ini, kedua pekerjaan tersebut sudah masuk ke Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Kota Yogyakarta dan diharapkan sudah ada pemenang pada pekan kedua Juni.

Begitu pula untuk pekerjaan pembangunan drainase di sirip-sirip Jalan Malioboro yaitu di ruas Jalan Suryatmajan hingga Jalan Pajeksan. “Kami sudah melakukan sosialisasi terkait pekerjaan tersebut. Bahkan PKL di Jalan Pajeksan bersedia libur hingga pembangunan selesai,” katanya terkait proyek yang didanai menggunakan dana keistimewaan tersebut.

Sedangkan beberapa pekerjaan pembangunan drainase yang saat ini sudah berjalan seperti di Jalan Jagalan, Jalan Mendung Warih dan Jalan Jogokaryan, seluruhnya harus dihentikan pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Untuk di Jagalan ada sedikit kendala karena saluran limbah warga masuk ke saluran drainase. Kami masih akan koordinasikan dengan warga dan UPT Limbah terkait kondisi ini,” katanya.

Selama pekerjaan berlangsung, Jalan Jagalan ditutup karena pembangunan drainase dilakukan di sepanjang sisi timur dan barat jalan. “Warga justru yang mengusulkan agar pekerjaan bisa dilakukan sekaligus untuk sisi timur dan barat jalan agar bisa segera diselesaikan,” katanya.

 

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2019