Kisah hijrah Yuki "Pas Band"

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Yuki, vokalis Pas Band ditemui saat peluncuran album "Indonesia Menghafal Al-Quran" di Jakarta, Sabtu (11/6/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)
Jakarta (ANTARA) - Beberapa tahun belakang, Yuki "Pas Band" lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengikuti jalan Tuhan, bahkan dia sudah membatasi diri dari hal-hal duniawi.

Berawal dari keikutsertaan dalam itikaf tiga hari bersama Jamaah Tabligh, vokalis Pas Band itu merasa langsung jatuh cinta dan memutuskan menghabiskan sisa hidupnya untuk berdakwah.

"Dari 2008, sebenarnya saya sudah cari-cari (ilmu) agama. Perasaan, hidup saya bukan ini yang dikejar. Cari dunia, cari tabungan, cari ketenaran, kayaknya bukan seperti itu. Kayaknya, saya sudah salah jalan. Batin sudah terganggu, kayaknya salah. Tapi pecahnya itu setelah saya kecelakaan, baru semua berubah," kata Yuki saat berbincang di Jakarta, Sabtu (11/5).

Bagi Yuki, kecelakaan yang dialaminya merupakan sebuah peringatan dari Tuhan. Dia menyadari jika selama ini telah bersikap sombong dan jauh dari ajaran agama sehingga takut akan ditinggalkan oleh Tuhan.

"Itu yang membuat saya jadi kecanduan sekaligus ketakutan, kecanduan akan pertolongan Allah. Menjadi kecanduan terhadap petunjuk-petunjuk Allah, menjadi kecanduan akan fasilitas-fasilitas Allah yang Allah berikan dalam kehidupan saya dan ketakutan kalau Allah tidak lagi memberikan yang saya butuhkan dalam kehidupan ini," ujar pemilik nama asli Yuki Arifin Martawidjaja.

Meski demikian, Yuki mengaku belum 100 persen meninggalkan grup musiknya. Dia hanya membatasi diri untuk tampil di panggung sebagai rocker.

"Sekarang, 80 persen kehidupan memang dihabisin buat perkara agama saja. Tapi, Pas Band masih manggung tapi paling saya menyisakan waktu paling banyak sebulan dua panggung. Panggung itu kan kalau dihitung kerjaan, satu panggung dua hari. Jadi, saya punya waktu hanya empat hari dengan Pas Band. Sisanya, 26 hari untuk agama," katanya.

Pelantun "Kesepian Kita" itu juga mengatakan belum bisa mengajak para personel Pas Band yang lain seperti Trisno (bass), Bengbeng (gitar), dan Sandy (drum) untuk ikut hijrah bersamanya.

"Saya baru bisa ngajak yang bareng-bareng untuk berjamaah itu, baru kru saja. Kru drum, kru gitar, yang lain belum. Ya mungkin kalau ngomong hidayah, semoga Allah mencurahkan hidayah sebanyak-banyaknya ke dalam band saya, semoga band saya juga bisa ikut jadi penolong-penolong agamanya Allah," ujar Yuki.

Baca juga: Luka parah, Yuki PAS Band dirujuk ke RS Bandung

Menag ajak hijrah dari keterpurukan akibat COVID-19

Pewarta:
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019