Pelatih: pemain asing titik lemah Shan United di Piala AFC 2019

Government sets beginning of fasting on May 6
Pelatih klub Liga Myanmar Aung Naing (kedua dari kiri) dan pemainnya David Htan (ketiga dari kanan) memberikan keterangan kepada media usai laga Grup G Piala AFC 2019 kontra Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (14/5). Pertandingan itu berakhir dengan skor 6-1 untuk kemenangan Persija. (Michael Siahaan)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih klub Liga Myanmar Shan United, Aung Naing mengatakan, pemain asing menjadi titik lemah timnya di Piala AFC 2019, di mana mereka tidak lolos dari fase grup dengan catatan selalu kalah.

"Kami akan mengevaluasi pemain asing yang ada di klub," ujar pelatih Shan Aung Naing usai timnya berhadapan dengan Persija Jakarta di laga terakhir Grup G Piala AFC 2019, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (15/5) malam.

Shan United sendiri tampil tidak meyakinkan sepanjang Piala AFC 2019. Mereka selalu kalah dari enam laga di grup dan menjadi juru kunci klasemen Grup G dengan nol poin.

Shan United hanya bisa mencetak lima gol dengan catatan kebobolan 25 gol.

Hal ini berbeda dengan penampilan mereka di Piala AFC 2018, di mana Shan yang ketika itu mengisi Grup F mampu menang sekali yang diraih dalam laga versus tim Laos Boeung Ket Angkor.

Dari lima gol yang mereka cetak di Piala AFC 2019, hanya dua yang datang dari pemain asing yaitu Ryo Nakamura (Jepang) dan Hedipo Conceicao (Brazil).

Hedipo sendiri tidak lagi berada di Shan United karena hijrah ke klub Liga 1 Indonesia Kalteng Putra pada awal Mei 2019.

Sisanya, Shan memiliki dua pemain asing lain yakni Maycon dan Dedimar yang sama-sama berkewarganegaraan Brazil. Keduanya pun tidak mampu menunjukkan penampilan terbaik di AFC.

Kecuali Nakamura, tidak ada nama-nama Brazil tersebut di daftar susunan pemain kontra Persija di pertemuan terkini.

Selain soal pemain asing, jadwal Liga Myanmar yang padat juga diyakini Aung Naing menjadi alasan mereka melempem di Piala AFC 2019.

"Jadwal tim kami sangat padat bahkan sebelum mengikuti Piala AFC ini," tutur dia.

Sementara terkait kekalahan Shan dengan skor telak 1-6 dari tuan rumah Persija Jakarta, Rabu (15/5) malam, bek Shan David Htan tidak memiliki alasan selain karena Persija bermain lebih bagus.

"Ketika bermain di Jakarta, kami tidak sebanding dengan mereka," kata David.

Persija Jakarta mengalahkan klub Liga Myanmar Shan United dengan skor 6-1 pada laga di Piala AFC 2019 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Rabu (15/5) malam.

Gelandang serang Persija Bruno Matos membuat tiga gol yang dihasilkam di menit keenam, 90' dan 90+2'. Gol Persija lainnya dibuat oleh Novri Setiawan (18'), Heri Susanto (47') dan Riko Simanjuntak (57').

Sementara gol hiburan Shan United datang dari kaki Zin Min Tut di menit ke-81.

Kalau Shan tetap berada di juru kunci dengan nol poin, Persija mengakhiri kiprahnya di Piala AFC 2019 dengan menduduki peringkat ketiga Grup G. Mereka mengoleksi tujuh poin dari enam pertandingan.

Suporter Persija meninggalkan GBK dengan tertib

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
Copyright © ANTARA 2019